Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Gencar Sosialisasikan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber, Ny. Putri Koster Harapkan Peran Aktif Aparat Desa dan Masyarakat

BALIILU Tayang

:

de
Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster

Denpasar, baliilu.com – Pengolahan sampah berbasis sumber terus disosialisasikan oleh Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster melalui sejumlah media, baik cetak maupun elektronik. Sosialisasi yang gencar dilakukan lewat radio dan televisi merupakan salah satu upaya untuk memberikan pemahaman kepada banyak pihak, khususnya masyarakat luas, mengenai pengolahan dan pengelolaan sampah yang memang sebaiknya dipilah dari rumah tangga itu sendiri.

Menumbuhkan kesadaran banyak pihak menjadi kunci dari kesuksesan pengelolaan sampah dengan sistem dan pola yang tepat, sehingga memilah jenis sampah menjadi pilihan tepat sebelum dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA) masing-masing desa. Hal ini di sampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny Putri Suastini Koster saat mengisi dialog dengan tema “Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber” di studio Bali TV, Jumat (7/5).

Peran PKK dalam kegiatan pengelolaan sampah berbasis rumah tangga adalah untuk mengelola sampah yang berbasis sumber yaitu sampah yang dihasilkan oleh kegiatan rumah tangga sehari-hari. Salah satu kegiatan PKK dalam pengelolaan sampah berbasis rumah tangga adalah memanfaatkan sampah tersebut untuk di kelola, dipilah dan diolah menjadi bahan pupuk organik/pupuk kompos untuk tanaman HATINYA PKK yang ada di halaman pekarangan rumah.

Pertambahan penduduk setiap tahunnya berdampak pada tingkat konsumsi barang dan jasa. Konsekuensi dari pemakaian produk barang oleh masyarakat di Pulau Bali adalah timbulnya berbagai macam buangan (sampah) yang dihasilkan oleh masyarakat khususnya rumah tangga, di samping juga sampah yang dihasilkan dari kegiatan rumah tangga sehari-hari. Permasalah sampah adalah merupakan permasalahan klasik masyarakat Bali dan budaya konsumtif menyebabkan volume sampah kian bertambah dan terus menjadi momok permasalahan yang belum dapat teratasi dengan tepat. Permasalahan sampah bukan karena volumenya yang terus bertambah seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk, terbatasnya lahan juga tidak mampu mengakomodasi timbulan sampah yang dibuang ke TPA.

Baca Juga  Gubernur, Forkopimda, serta Bupati/Walikota Se-Bali Gelar Rapat Evaluasi PPKM Darurat, Hasilkan 12 Keputusan Bersama

Kapasitas TPA di Kabupaten/ Kota juga bermasalah di samping akan mengakibatkan kelebihan kapasitas, pencemaran air tanah, udara, bau dan sebagainya. “Selama ini pola pengelolaan sampah masih dengan paradigma kumpul, angkut, buang ke TPA, yang menyebabkan TPA penuh karena saat ini masyarakat di Provinsi Bali belum maksimal memilah sampah dari sumber, di mana seyogyanya siapa yang menghasilkan sampah harus bertanggung jawab melakukan pemilahan dan mengolah sehingga nantinya seminimal mungkin sampah berupa residu dikelola di TPA dengan tetap menanamkan bahwa sampahku adalah tanggung jawabku dan sampahmu adalah tanggungjawabmu,” tegas Ny. Putri Koster.

Salah satu upaya untuk mengatasi dan menyelesaikan persoalan sampah dan dapat berjalan maksimal jika menjadikan desa sebagai pusat dan kuncinya. Mengatasi persoalan sampah dengan basis desa merupakan kata kuncinya. Sehubungan dengan hal tersebut, maka pendekatan pengelolaan sampah di sumber memberi kewenangan kepada Desa Adat dan Desa/Kelurahan untuk bersinergi dengan lembaga kemasyarakatan dalam melasanakan pengelolaan sampah, di mana setiap orang dalam rumah tangga berkewajiban melakukan pemilahan dan pengelolaan sampah yang dihasilkan sehingga pengolahan sampah berbasis sumber bisa mulai dilakukan di masing-masing rumah tangga di desa.

Pemprov Bali telah mengeluarkan Peraturan Gubernur Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber. Peraturan ini bertujuan untuk menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali yang berintegrasi dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana, menuju Bali Era Baru, melalui misi yaitu mengembangkan tatanan kehidupan krama Bali, menata wilayah dan lingkungan yang hijau, indah, bersih dan nyaman. Tim Penggerak PKK merupakan mitra kerja pemerintah adalah merupakan lembaga kemasyarakatan yang memiliki jenjang dari pusat sampai ke desa/kelurahan bahkan sampai kader-kadernya di tingkat banjar/dusun dengan Dasa Wismanya selalu mendukung kebijakan pemerintah dalam menangani sampah melalui program-programnya yaitu ikut melakukan pengelolaan sampah yang berasal dari rumah tangga dan ikut mensosialisasikan serta menjadi contoh dalam pengelolaan sampah rumah tangga.

Baca Juga  Gubernur Koster Tinjau Vaksinasi Massal di Renon dan Kertalangu

Perbekel Desa Taro, I Wayan Warka menambahkan bahwa sebagai aparat desa yang memiliki tanggungjawab atau kelestarian, kebersihan dan kesehatan lingkungan dan masyarakatnya pihaknya membuat kesepakatan bersama warga/ krama di Desa/ Kelurahan/ Desa Adat untuk memulai atau berkewajiban mengeluarkan jenis sampah yang telah terpilah pada tempat yang telah ditentukan sesuai dengan jadwal pengambilan jenis sampah yang dilakukan oleh pengelola.

“Contohnya apabila pada hari Senin dijadwalkan yang akan diangkut adalah sampah organik maka warga/krama mengeluarkan sampah organik. Bila pada hari Rabu dijadwalkan yang akan diangkut adalah sampah bukan organik maka Warga/Krama mengeluarkan sampah bukan organik. Pihak Pengelola, tidak akan mengangkut jenis sampah bilamana tidak sesuai dengan jadwal dan jenis sampah yang telah ditentukan,” ujar Wayan Warka.

Pada Desa Taro, pengelola mengangkut jenis sampah sesuai jadwal yang telah ditentukan, dibawa ke Tempat Pengolahan Sampah (TPS) dan  pengelola menempatkan jenis sampah organik, sampah bukan organik, dan / atau jenis sampah lain (residu) di TPS.

Edukasi dan sosialisasi pengelolaan sampah berbasis sumber melibatkan seluruh unsur aparat desa mulai dari perbekel/ lurah dan bandesa adat bahkan warga untuk bersama menanamkan kesadaran dan berkewajiban untuk mengelola sampah berbasis sumber untuk berperan aktif secara bergotong-royong guna menyukseskan Program Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber dalam rangka membangun budaya hidup bersih dan sehat sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, membentuk komunitas kader kebersihan yang mengkampanyekan slogan “Desaku Bersih Tanpa Mengotori Desa Lain” melalui pemasangan baliho. (bt)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Sudaji Peace Trail Fun Run 2026: Padukan Olahraga, Pariwisata dan Aksi Pelestarian Lingkungan

Published

on

By

Ny. Putri Koster Lepas Sudaji Peace Trail Fun Run 2026
SUDAJI PEACE TRAIL FUN RUN: Sebanyak 144 pelari ambil bagian dalam Sudaji Peace Trail Fun Run 2026 yang digelar di Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Minggu (20/9/2026). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Sebanyak 144 pelari ambil bagian dalam Sudaji Peace Trail Fun Run 2026 yang digelar di Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Menempuh jarak sekitar 6 kilometer, para peserta tidak hanya diajak berolahraga, tetapi juga menikmati indahnya persawahan dan kehidupan pedesaan sekaligus terlibat dalam aksi kepedulian terhadap lingkungan melalui penaburan eco enzyme di sejumlah kawasan seputaran Desa Sudaji.

Kegiatan ini dilepas secara langsung oleh Ketua TP-PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster bersama Ketua (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) HKTI Provinsi Bali, Gede Muliawan Arya dan Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna di Lapangan Desa Sudaji, Minggu (20/9).

Gubernur Bali dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan Sumarjaya menyampaikan apresiasi kepada panitia, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sudaji, masyarakat, komunitas, dan seluruh pihak yang telah menggagas kegiatan tersebut.

Menurutnya, Sudaji Peace Trail Fun Run 2026 bukan sekadar kegiatan olahraga, melainkan sebuah cara untuk memperkenalkan kekayaan alam dan kehidupan masyarakat pedesaan kepada peserta sekaligus menggerakkan perekonomian lokal.

“Ini adalah cara kita berolahraga sambil menikmati alam, mengenal kehidupan masyarakat desa, menggerakkan ekonomi lokal, sekaligus mengingatkan kembali kepada kita semua tentang pentingnya menjaga lingkungan dan budaya Bali,” ujarnya.

Desa Sudaji memiliki potensi yang sangat besar untuk pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Hamparan persawahan, lingkungan yang asri, aktivitas pertanian, budaya, tradisi, hingga kehidupan masyarakat menjadi kekuatan yang dapat dikembangkan sebagai pengalaman wisata yang autentik.

Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya datang untuk berlari, tetapi juga diajak merasakan suasana Bali secara lebih dekat. Mulai dari menikmati udara pagi pedesaan, menyaksikan hamparan sawah, berinteraksi dengan masyarakat, hingga mencicipi kuliner lokal dan mengenal produk UMKM.

Baca Juga  Info Terkini Covid-19 di Bali (1/2), Kasus Positif Melonjak 715 Orang, Meninggal 3 Orang

“Bali bukan hanya tentang tempat yang indah untuk dikunjungi, tetapi juga kehidupan budaya, alam, dan masyarakat yang memberikan pengalaman kepada setiap wisatawan,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa pengembangan sport tourism harus berjalan beriringan dengan keberlanjutan lingkungan. Menurutnya, ketika masyarakat dan wisatawan menikmati keindahan alam, maka tanggung jawab untuk menjaganya juga harus menjadi bagian dari setiap aktivitas.

Karena itu, konsep eco-friendly yang diusung dalam Sudaji Peace Trail Fun Run 2026 dinilai menjadi langkah positif. Termasuk semangat penggunaan pupuk organik, pelestarian ekosistem persawahan, aksi penanaman pohon, serta penaburan eco enzyme sebagai bagian dari rangkaian kegiatan. “Ini adalah contoh sederhana bahwa sport tourism dapat berjalan bersama dengan environmental sustainability,” ujarnya.

Kegiatan tersebut juga dinilai sejalan dengan semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yakni pembangunan yang menjaga keseimbangan dan keharmonisan antara alam, manusia, dan kebudayaan. Keberadaan sawah dan sistem subak tidak hanya dipandang sebagai bagian dari pariwisata, tetapi juga sebagai warisan pengetahuan, nilai, kebersamaan, dan kearifan masyarakat Bali dalam menjaga hubungan harmonis antara manusia dengan alam.

Pihaknya berharap kegiatan seperti Sudaji Peace Trail Fun Run dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari Calendar of Event pariwisata berbasis desa di Kabupaten Buleleng. Dengan demikian, kegiatan tersebut dapat secara konsisten menarik wisatawan, komunitas olahraga, maupun wisatawan minat khusus untuk datang dan menikmati potensi Desa Sudaji.

Sementara itu, Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna menyampaikan dukungan dan apresiasi Pemerintah Kabupaten Buleleng terhadap kegiatan yang diprakarsai Pokdarwis dan kelompok tani Desa Sudaji tersebut.

Ia menilai Desa Sudaji merupakan salah satu desa wisata unggulan di Buleleng yang telah dikenal luas, bahkan telah memperoleh berbagai penghargaan hingga tingkat Internasional.

Baca Juga  Gubernur Koster Tinjau Vaksinasi Massal di Renon dan Kertalangu

“Ini tentu menjadi sebuah aset bagi Kabupaten Buleleng untuk bagaimana mendukung kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Desa Sudaji, khususnya dari kelompok sadar wisata,” ujarnya.

Wabup Supriatna berharap semangat dan komitmen dalam mengembangkan Desa Sudaji dapat terus dipertahankan sekaligus menjadi inspirasi bagi desa-desa wisata lainnya di Kabupaten Buleleng.

“Semoga terus berkomitmen dan konsisten menjadikan Sudaji ini sebuah desa wisata dan juga bisa memberikan inspirasi buat desa-desa yang lain yang ada di Kabupaten Buleleng,” harapnya.

Melalui Sudaji Peace Trail Fun Run 2026, Desa Sudaji menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan potensi desa secara lebih luas. Ketika langkah para pelari menyusuri alam pedesaan berpadu dengan aksi menjaga lingkungan dan aktivitas ekonomi masyarakat, sport tourism tidak lagi sekadar tentang mencapai garis finis, tetapi juga tentang menghadirkan manfaat bagi alam dan masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Dukung Peningkatan Produksi Petani, Bupati Sanjaya Ikuti Gerdal Hama Tupai di Selemadeg Barat

Published

on

By

Judul Gambar Bupati Sanjaya Ikuti Gerdal Hama Tupai di Selabih
GERDAL HAMA TUPAI: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya hadiri Gerakan Pengendalian (Gerdal) Hama Tupai yang diselenggarakan oleh Panitia Sabha Desa Adat Selabih, Selemadeg Barat, Tabanan, Minggu (20/9). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Upaya menjaga produktivitas pertanian melalui pengendalian hama dilakukan secara kolaboratif melalui Gerakan Pengendalian (Gerdal) Hama Tupai yang diselenggarakan oleh Panitia Sabha Desa Adat Selabih, Selemadeg Barat, Tabanan, Minggu (20/9).

Kegiatan ini mendapat antusiasme masyarakat dan peserta dari berbagai wilayah Kabupaten/Kota se-Bali hingga Banyuwangi. Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya turut hadir bersama Sekda dan jajaran serta tokoh adat dan tokoh masyarakat setempat dan berbaur di tengah para peserta dalam kegiatan perburuan hama tupai yang dipusatkan di sejumlah zona.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk partisipasi Pemerintah Daerah dan masyarakat dalam membantu petani mengendalikan hama tupai yang selama ini dapat mengganggu tanaman dan hasil pertanian mereka. Terlebih, Desa Selabih merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi pertanian dan perkebunan, seperti kelapa, kopi, sawo, dan kakao. Melalui gerakan ini, pengendalian hama diharapkan dapat dilakukan secara bersama-sama, sehingga tanaman lebih terlindungi dan produktivitas pertanian masyarakat dapat terus terjaga dan meningkat.

Gerdal Hama Tupai tersebut dibagi ke dalam 141 zona yang ditentukan melalui undian, dengan 140 regu peserta dan Bupati Sanjaya dan jajaran turut di zona 41, yang masing-masing beranggotakan 10 orang atau total sekitar 1.400 peserta. Para peserta datang dari berbagai wilayah Kabupaten/Kota se-Bali hingga Banyuwangi, dengan biaya pendaftaran sebesar Rp 500 ribu per orang. Kegiatan ini juga diramaikan dengan berbagai hadiah, di antaranya hadiah utama dari sponsor Agata sebesar Rp. 5 juta, hadiah undian sebesar Rp. 2,5 juta, Rp. 1,5 juta dan Rp 1 juta, serta hadiah Rp. 500 ribu bagi peserta yang memperoleh tupai terbanyak.

Baca Juga  Kasus Positif Covid Menurun di Bali, Senin Ini Bertambah 44 Orang, Total Sembuh Capai 95,48 Persen

Kehadiran Bupati Sanjaya dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap partisipasi masyarakat dalam membantu pengendalian hama yang selama ini turut mengganggu hasil pertanian.

“Kegiatan seperti ini merupakan bentuk kebersamaan masyarakat dalam membantu petani mengendalikan hama. Dengan berkurangnya hama tupai, kita harapkan tanaman dan hasil pertanian masyarakat dapat lebih terjaga, sehingga produksi pertanian kedepannya semakin meningkat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Wayan Edi, salah seorang petani asal Selabih. Menurutnya, keberadaan tupai selama ini cukup mengganggu dan berpotensi mengurangi hasil yang diperoleh petani. Ia menyambut baik adanya kegiatan tersebut karena masyarakat dan para pemburu turut membantu mengurangi hama yang selama ini cukup sulit dikendalikan oleh petani.

“Untuk hama niki, dari petani nike sampun kewalahan tidak sanggup membasmi hama tupai. Sekarang sudah ada semeton-semeton yang membantu, tiang berterimakasih sekali. Harapan untuk kedepan semoga ini bisa berlanjut semoga hasil pertanian lebih meningkat,” tuturnya.

Sementara itu, Satriya, peserta pemburu asal Taman Punggul, Abiansemal, menegaskan bahwa keikutsertaan para pemburu bukan semata-mata untuk membasmi, melainkan membantu masyarakat dengan mengurangi populasi tupai yang menjadi hama bagi pertanian. “Intinya kami ingin membantu, bukan membasmi. Kami dari pemburu membantu masyarakat dengan mengurangi tupai yang menjadi hama di sini,” ujarnya.

Selain kegiatan pengendalian hama, acara juga dirangkaikan dengan pelayanan kesehatan masyarakat oleh UPTD Puskesmas Selemadeg Barat serta gerakan vaksinasi Hewan Penular Rabies (HPR) oleh Puskesmas/Puskeswan 3 Megati. Kehadiran layanan tersebut turut melengkapi kegiatan dengan semangat kepedulian terhadap kesehatan masyarakat dan hewan, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak dalam mendukung keberlangsungan pertanian serta kesejahteraan masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kapolres bersama Forkopimda Gianyar Pantau Pelaksanaan Pilkel Serentak 2026 di Sejumlah TPS

Published

on

By

Forkopimda Gianyar Pantau Pilkel Serentak 2026
PEMANTAUAN: Forkopimda Kabupaten Gianyar bersama unsur penyelenggara dan aparat keamanan melaksanakan pemantauan pelaksanaan Pemilihan Perbekel (Pilkel) Serentak Tahun 2026 di sejumlah TPS, Minggu (20/9/2026). (Foto: Hms Polres Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Forkopimda Kabupaten Gianyar bersama unsur penyelenggara dan aparat keamanan melaksanakan pemantauan pelaksanaan Pemilihan Perbekel (Pilkel) Serentak Tahun 2026 di sejumlah TPS, Minggu (20/9/2026).

Kegiatan pemantauan berlangsung pukul 08.40 hingga 11.35 WITA, menyasar sejumlah TPS di wilayah Kecamatan Gianyar, Blahbatuh, Tampaksiring, Tegallalang, dan Payangan.

Rombongan Forkopimda yang dipimpin Bupati Gianyar I Made Mahayastra turut didampingi Kapolres Gianyar AKBP James I. S. Rajagukguk, Ketua DPRD Gianyar, unsur TNI, Kejaksaan, KPU, Bawaslu, serta jajaran pemerintah daerah.

Dalam kegiatan tersebut, rombongan meninjau langsung proses pemungutan suara di TPS-TPS yang berada di Desa Tulikup, Desa Blahbatuh, Desa Pejeng, Desa Tampaksiring, Desa Manukaya, Desa Kedisan, dan Desa Puhu.

Pemantauan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan Pilkel berjalan sesuai ketentuan serta situasi keamanan tetap terjaga selama proses pemungutan suara berlangsung.

Hingga kegiatan pemantauan selesai, seluruh rangkaian berjalan aman, lancar dan kondusif. Proses pemungutan suara di masing-masing TPS masih berlangsung. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Kasus Positif Covid Menurun di Bali, Senin Ini Bertambah 44 Orang, Total Sembuh Capai 95,48 Persen
Lanjutkan Membaca