Sunday, 2 October 2022
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KRIMINAL

Kasus Jessica Iskandar, Begini Tanggapan Polda Bali

BALIILU Tayang

:

polda
Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Satake Bayu, S.I.K., M.Si,. bersama Dirreskrimum Polda Bali Kombes Pol. Surawan, S.I.K , serta Kasubdit III Ditreskrimum Polda Bali saat konferensi pers di Press Room Ghoshal, Rabu (14-9-2022). (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Jessica Iskandar melaporkan kasus penipuan yang dilakukan pengusaha jasa rental mobil bernama Christoper Steffanus Budianto atau Steven ke Polda Bali.

Kasus bermula dari Jessica Iskandar dan Steven bekerja sama lewat penitipan mobil mewah yang akan disewakan pada 2021. Namun setelah berjalan beberapa bulan, Steven meminta surat-surat kendaraan berupa BPKB dan STNK kepada Jessica Iskandar dengan alasan klien yang akan menyewa mobil meminta mobil yang disewakan harus dilengkapi dengan surat-surat yang sah. Setelah diberikan surat-surat kendaraan, Steven pun mulai tidak mengirimkan kabar dan tidak memenuhi kesepakatan untuk membagi hasil keuntungan dalam kerja sama tersebut.

Jessica pun melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya dan dari hasil penyelidikan diketahui 6 mobil Jessica Iskandar telah dibeli oleh Komang S dari Steven sehingga kasus ini diselidiki oleh Polda Bali

Dari hasil penyelidikan Polda Bali diketahui Komang S telah membeli 6 unit mobil dari Steven dengan harga 8 miliar rupiah, namun Komang S hanya menerima 4 unit mobil beserta 2 surat BPKB atas nama Jessica Iskandar dan 2 surat BPKB palsu, sehingga dengan kurangnya 2 unit mobil serta 2 surat BPKB palsu, Komang S juga melaporkan Steven ke Polda Bali.

Terkait kasus ini Polda Bali mengadakan konferensi pers untuk meluruskan berita yang dikatakan Jessica Iskandar terkait mobil miliknya yang dipakai oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Konferensi pers dihadiri oleh Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Satake Bayu, S.I.K., M.Si, Dirreskrimum Polda Bali Kombes Pol. Surawan, S.I.K , Kasubdit III Ditreskrimum Polda Bali serta wartawan yang hadir di Press Room Ghoshal, Rabu (14-9-2022).

Kabid Humas Polda Bali mengatakan kasus ini masih dalam proses penyelidikan, karena terlapor Stefanus Christopher alias Steven sudah dipanggil 2 kali oleh Polda Bali namun belum memenuhi panggilan Polda Bali. Namun dalam pemberitaan di media yang mengatakan mobil yang dijadikan barang bukti dipakai oleh oknum yang tidak bertanggung jawab merupakan berita yang tidak benar.

Baca Juga  Dit Reskrimum Polda Bali Ungkap Dua Kasus Skimming Telan Kerugian Ratusan Juta

“Dalam kasus ini, masih dalam proses penyelidikan dan penyidik masih terus mendalami kasus ini. Untuk nanti kronologi kejadian akan dijelaskan oleh Dirreskrimum Polda Bali, namun dalam pemberitaan di media yang dikatakan bahwa mobil yang menjadi barang bukti yang diketahui milik saudara Jessica merupakan miskomunikasi dan tidak benar,” ucap Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Satake Bayu.

Dirreskrimum Polda Bali Kombes Pol. Surawan, S.I.K mengatakan dari hasil penyelidikan diketahui 6 mobil dari Jessica Iskandar telah dijual oleh Steven kepada Komang S dengan harga normal yang diketahui seharga 8 miliar rupiah. Namun Komang S hanya menerima 4 unit mobil dengan 2 surat BPKB atas nama Jessica Iskandar dan 2 Surat BPKB palsu, sehingga Komang S melaporkan kasus ini ke Polda Bali dengan dugaan penipuan dan penggelapan. Dikarenakan adanya 2 laporan dan terjadi peralihan barang, Polda Bali menjadikan 4 unit mobil ini sebagai barang bukti.

“Terkait pemberitaan di media yang mengatakan Mobil yang dimiliki Jessica Iskandar dipakai oleh oknum polisi itu tidak benar, karena dalam kasus ini, Komang S yang telah membeli mobil dari Steven dengan harga normal dan memiliki surat kendaraan yang sah mengajukan surat pinjam pakai karena kondisi mobil yang dijadikan barang bukti terlihat kurang terawat dan mengingat mobil yang dijadikan barang bukti tersebut tergolong mobil mewah jadi untuk meminimalisir keadaan yang tidak terawat Komang S mengajukan surat pinjam pakai kendaraan tersebut,” ucap Dirreskrimum Polda Bali.

Ia juga menambahkan pengamanan mobil dari Jessica Iskandar sudah melalui persetujuan dari Vincent secara lisan yang merupakan suami dari Jessica Iskandar. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KRIMINAL

Polres Buleleng Gerebek Judi Sabung Ayam di Sukasada Buleleng

Published

on

By

sabung ayam
Sat Reskrim Polres Buleleng saat menggerebek penyelenggaraan perjudian sabung ayam di wilayah lingkungan Bakung Kelurahan Sukasada Buleleng pada Jumat, 30 September 2022 pukul 17.00 Wita. (Foto: Ist)

Buleleng, baliilu.com – Sat Reskrim Polres Buleleng menggerebek penyelenggaraan perjudian sabung ayam di wilayah lingkungan Bakung Kelurahan Sukasada Buleleng pada Jumat, 30 September 2022 pukul 17.00 Wita. Pada penggerebekan tersebut polisi mengamankan orang yang diduga selaku penyelenggaranya.

Pengungkapan perjudian sabung ayam ini dilakukan setelah Polres Buleleng menerima adanya informasi yang disampaikan masyarakat bahwa di daerah lingkungan Bakung Kelurahan Sukasada telah terjadi adanya perjudian sabung ayam. Informasi tersebut diterima langsung Kasat Reskrim AKP Hadimastika KP, SIK, M.H.

Dengan adanya informasi tersebut, Kasat Reskrim AKP Hadimastika KP, SIK, M.H. kepada media melalui siaran pers Sabtu (1/10) malam mengungkapkan, terlebih dahulu Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Buleleng melakukan penyelidikan secara tertutup sehingga benar-benar diketahui adanya rencanya dilakukannya perjudian jenis sabung ayam.

Kemudian Kasat Reskrim bersama dengan tim opsnalnya, melakukan tindakan cepat melakukan  penggerebekan terhadap adanya perjudian sabung ayam di wilayah lingkungan Bakung Kelurahan Sukasada pada Jumat, 30 September 2022 sore dengan mengamankan orang yang diduga selaku penyelenggaranya.

‘’Dari hasil penggerebekan di tempat kejadian perkara, polisi telah berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 buah kurungan ayam, 1 buah tas tempat ayam aduan, 1 ekor ayam aduan dan 1 gulung paranet sebagai atap berteduh,’’ ungkap Hadimastika.

Selain itu telah diamankan orang yang diduga selaku penyelenggara sabung ayam berinisial Kacung (46), yang pada saat sekarang ini masih sedang dilakukan permintaan keterangan di ruang Sat Reskrim Polres Buleleng. “Akan dilakukan tindakan tegas terhadap dugaan tindak pidana perjudian,” kata Hadimastika. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Baca Juga  Polda Bali Sterilisasi Jelang ''The 3rd Health Working Group Meeting and G20 Side Event on Anti-Microbial Resistance''
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Polri: Pemecatan Ferdy Sambo Langkah Tegas dan Komitmen Usut Tuntas Kasus Brigadir J

Survei Mayoritas Warga Setuju Ferdy Sambo Dipecat, Polri: Sejak Awal Kami Komitmen!

Published

on

By

polri
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat konferensi pers di Jakarta, Kamis, 22 September 2022. (Foto: Ist)

Jakarta, baliilu.com – Polri menegaskan bahwa sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap Ferdy Sambo di kasus penembakan Brigadir J merupakan langkah tegas dan komitmen yang digaungkan sejak awal.

Keseriusan Polri dalam menindak tegas dan mengusut tuntas perkara ini terwujud dari ditolaknya banding PTDH Ferdy Sambo. Atau dengan kata lain, putusan PTDH Ferdy Sambo sebagai anggota Polri telah final dan mengikat.

“Polri sejak awal komitmen untuk mengusut tuntas dan menindak tegas siapa pun yang dianggap tidak profesional maupun terlibat dalam kasus itu,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada awak media, Jakarta, Kamis, 22 September 2022.

Tak hanya itu, Dedi menyinggung soal hasil survei Charta Politika terkait dengan keinginan publik soal dipecatnya Ferdy Sambo sebagai personel kepolisian.

Dalam survei tersebut, Charta Politika membagi menjadi dua yakni semua responden dan yang mengetahui kasus. Hasilnya, sebesar 52,6 persen semua responden sangat setuju Ferdy Sambo dipecat.

Sedangkan, 58,1 persen yang mengetahui kasus sangat setuju Ferdy Sambo dipecat. Dengan adanya hasil survei tersebut, disimpulkan bahwa mayoritas warga sangat setuju Ferdy Sambo dipecat.

Menurut Dedi, kedepannya baik tim khusus dan inspektorat khusus sampai saat ini terus fokus untuk berkas perkara kasus dugaan pembunuhan berencana, sidang kode etik dan berkas kasus pidana menghalangi penyidikan atau Obstruction of Justice.

“Kami terus secara intens berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum untuk proses pemberkasan agar segera rampung untuk dilanjutkan ke persidangan. Kami terus berkomitmen mengusut tuntas perkara ini,” tutup Dedi. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Baca Juga  Ungkap Kasus Peredaran Narkoba, Kapolda Bali: Berantas Tindak Pidana Narkoba demi Anak Bangsa
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Jadi Kurir Shabu Pasangan Kekasih Diamankan Satresnarkoba Polresta Denpasar

Published

on

By

kapolresta
Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Bambang Yugo Pamungkas, S.H., S.I.K.,M.H. didampingi Kasat Resnarkoba AKP Mirza Gunawan, SIK Kamis (15/9) pada konferensi pers saat mewawancarai pelaku. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Selain mengamankan ganja, Satresnarkoba Polresta Denpasar juga mengamankan pasangan kekasih, RRB (33) dan MN (20) di saat kedua pelaku menempel paket shabu di Jalan Serma Gede, Banjar Sanglah, Kecamatan Denpasar Barat, Selasa (6/9) pukul 15.30 Wita.

Dari tangan pasangan kekasih berstatus mahasiswa ini polisi mengamankan barang bukti berupa 22 paket shabu seberat 185,28 gram.

Saat Press Conference Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Bambang Yugo Pamungkas, S.H., S.I.K.,M.H. didampingi Kasat Resnarkoba AKP Mirza Gunawan, SIK Kamis (15/9) mengatakan bahwa setelah keduanya ditangkap di Jalan Serma Gede dan ditemukan 2 paket shabu, lanjut polisi melakukan penggeledahan kamar kos di Jalan Juwet Sari Gang Dewi Uma, Denpasar Selatan. Di sana polisi menemukan 20 paket shabu.

“Kedua tersangka ini mendapatkan pasokan shabu dari seseorang yang mereka kenal bernama Bos. Keduanya tergiur dengan upah besar, yakni dapat Rp 50.000 sekali tempel. Uang hasil jual narkoba ini rencananya untuk melunasi utang. Kalau shabu berhasil diedarkan semua, keduanya dapat upah Rp 6 juta,” beber Kombes Bambang Yugo Pamungkas.

Menurut pengakuan kedua pelaku saat mereka sedang kuliah di salah satu kampus swasta yang sama di Kota Denpasar. Kini keduanya sedang duduk di bangku semester III.

“Apapun alasannya, melanggar hukum harus dihukum. Keduanya dijerat Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar,” tegasnya. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Baca Juga  Polda Bali Siap Amankan G20 EWG dan G20 LEMM
Lanjutkan Membaca