Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KRIMINAL

Ungkap Tambang Ilegal, Polda Bali Amankan Pelaku Asal Gunaksa

BALIILU Tayang

:

penambangan ilegal di gunaksa
KONFERENSI PERS: Kasubdit IV Ditreskrimsus AKBP Iqbal Sengaji S.I.K., M.Si., didampingi Kabagops AKBP Ns. Ni Nyoman Yuniartini S.Kep., para Kanit dan Kasubid Penmas Bidhumas Polda Bali AKBP Ketut Ekajaya, S.Sos., M.H., saat menggelar konferensi pers di loby Ditreskrimsus Polda Bali pada Jumat (29/11/2024). (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – Polda Bali melalui Ditreskrimsus berhasil mengamankan satu orang pelaku berinisial KT (80) asal Gunaksa yang diduga melakukan penambangan ilegal di sebuah proyek penambangan batu dan orvil dengan TKP yang berlokasi di Banjar Buayang, Desa Gunaksa, Dawan, Klungkung.

Hal ini terungkap saat konferensi pers yang dihadiri Kasubdit IV Ditreskrimsus AKBP Iqbal Sengaji S.I.K., M.Si., didampingi Kabagops AKBP Ns. Ni Nyoman Yuniartini S.Kep., para Kanit dan Kasubid Penmas Bidhumas Polda Bali AKBP Ketut Ekajaya S.Sos., M.H., di Loby Ditreskrimsus, Jumat, 29 November 2024.

AKBP Iqbal memaparkan, kronologi kejadian berdasarkan informasi dari masyarakat, pada Selasa, 5 November 2024 petugas melakukan penyelidikan terkait dengan adanya dugaan kegiatan usaha pertambangan tanpa izin (ilegal) di Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung. Sekira pukul 12.30 Wita bertempat di proyek penambangan batu dan orvil yang berlokasi di Banjar Buayang Desa Gunaksa, Dawan Klungkung, petugas menemukan sebuah lokasi kegiatan pertambangan batu dan orvil di TKP lengkap dengan sebuah alat berat excavator, 1 buku catatan penjualan dan uang tunai hasil penjualan material sebesar Rp. 350.000. Selanjutnya petugas melakukan introgasi terhadap saksi yang ada di TKP an S (kasir) dan operator alat berat an MBM, bahwa kegiatan penambangan di TKP dilakukan dengan cara menggali lahan-lahan yang ada di TKP menggunakan 1 unit alat berat excavator merk Kobelco sk 200 warna hijau tosca, kemudian material hasil galian disaring menggunakan ayakan sehingga menghasilkan material berupa batu dan orvil, lalu dijual kepada konsumen/pembeli yang datang langsung ke lokasi.

Diketahui pemilik/pelaku kegiatan usaha pertambangan tersebut an KT dan diduga dalam melakukan kegiatan usaha penambangan di TKP tidak dilengkapi perijinan di bidang pertambangan. Setelah ditemukan bukti permulaan yang cukup telah terjadi dugaan tindak pidana selanjutnya petugas melaporkan tersebut ke SPKT Polda Bali guna dilakukan proses penyidikan lebih lanjut.

Baca Juga  457 Personel Polda Bali Ikuti Lat Pra Ops Lilin Agung 2024

‘’Selanjutnya dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan penyitaan barang bukti, serta melakukan pemeriksaan sebagai tersangka terhadap pelaku untuk diamankan dan penahanan,’’ ujarnya.

Untuk modus operandi pelaku/tersangka an KT melakukan kegiatan penambangan batu dan orvil tanpa dilengkapi dengan surat ijin dari pemerintah, hingga menyebabkan kerugian negara yang ditimbulkan mencapai kurang lebih Rp. 2.448.000.000.

Adapun barang bukti yang diamankan yakni 1 unit alat berat excavator merk kobelco SK 200 warna hijau tosca, 1 unit alat berat excavator (bucket) merk komatsu warna kuning, 1 buah buku catatan penjualan, 1 buah bollpoint merk queen’s high grade C 6000 warna biru, uang tunai hasil penjualan material Rp. 350.000.

Pasal yang dipersangkakan kepada pelaku yakni Pasal 158 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 3 tahun 2020 tentang perubahan atas Undang-Undang nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara: bahwa setiap orang yang melakukan penambangan ijin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000.000.

‘’Pengungkapan ini selain menjadi tugas pokok, ini juga merupakan salah satu tindak lanjut Polri dalam mendukung Program Astacita Presiden Republik Indonesia,’’ ungkap AKBP Iqbal. (gs/bi)

Loading

Advertisements
STIKOM Bali
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KRIMINAL

Residivis Spesialis Pembobolan Rumah Diringkus Polisi, Perhiasan Rp 1,5 Miliar Diamankan

Published

on

By

pencurian di legian
KONFERENSI PERS: Kapolsek Kuta, Kompol Laksmi Trisnadewi W, S.H., SIK saat memimpin konferensi pers kasus pencurian, Rabu (11/2/2026) di Mapolsek Kuta. (Foto: Hms Polresta Dps)

Kuta, Badung, baliilu.com – Seorang residivis spesialis pembobolan rumah berinisial AI (45) kembali harus berurusan dengan aparat kepolisian. Perempuan asal Makassar yang tercatat sudah lima kali keluar masuk penjara ini kembali diringkus oleh jajaran Polsek Kuta di tempat kosnya di Jalan Dewi Sri, Kelurahan Legian, Kecamatan Kuta, Badung, pada Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 16.00 Wita.

Penangkapan tersebut dilakukan hanya tiga jam setelah tersangka melakukan aksi pencurian di rumah milik korban, I Wayan Ardy, yang beralamat di Jalan Legian, Banjar Legian Kaja, Kelurahan Legian, Kecamatan Kuta, Badung, sekitar pukul 12.50 Wita. Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan sejumlah perhiasan emas dengan nilai ditaksir mencapai Rp 1,5 miliar.

Kapolsek Kuta, Kompol Laksmi Trisnadewi W, S.H., SIK. dalam keterangan pers, Rabu (11/2) menjelaskan bahwa modus operandi yang digunakan tersangka adalah dengan berpura-pura mencari rumah kos. Ketika rumah yang didatangi tidak berpenghuni, tersangka langsung melancarkan aksinya dengan cara membobol pintu.

Sebelum tiba di rumah korban, tersangka sempat mendatangi beberapa rumah di wilayah Legian dengan alasan mencari kos. Namun, karena rumah-rumah tersebut berpenghuni, tersangka tidak mendapatkan kesempatan untuk beraksi.

Saat tiba di rumah korban, tersangka terlebih dahulu memanggil pemilik rumah dan menanyakan kos-kosan. Karena tidak ada jawaban dari dalam rumah, tersangka kemudian mencongkel pintu menggunakan obeng hingga berhasil masuk. Di dalam rumah, tersangka menggeledah dan mencongkel dua laci tempat penyimpanan perhiasan, lalu mengambil seluruh perhiasan emas milik korban.

Tanpa disadari tersangka, aksinya terekam kamera CCTV. Korban yang saat itu sedang berada di luar rumah melihat rekaman tersebut melalui telepon genggamnya, lalu segera pulang. Namun, saat korban tiba di rumah, tersangka sudah lebih dulu melarikan diri.

Baca Juga  Polresta Denpasar Amankan 30 Tersangka Narkoba Selama Agustus

Setelah memeriksa isi rumah, korban mendapati sejumlah perhiasan emas hilang, di antaranya satu gelang emas, 14 cincin emas, enam kalung emas, sepasang anting, dua liontin sirkon, satu batu mulia bening, satu liontin emas berbentuk bulan sabit, dua tusuk konde emas, satu jepit rambut emas, satu bros emas, satu tusuk konde emas berbentuk daun, serta satu buah BH. Atas kejadian tersebut, korban langsung melaporkan ke Polsek Kuta.

Setelah menerima laporan itu, aparat Polsek Kuta yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu Matheus Diaz Prakoso segera melakukan penyelidikan. Berdasarkan rekaman CCTV, petugas berhasil mengidentifikasi pelaku dan menangkap tersangka di tempat kosnya hanya dalam waktu tiga jam. Polisi juga berhasil menyita seluruh perhiasan emas milik korban serta sepeda motor yang digunakan tersangka saat beraksi.

Kepada petugas, tersangka mengakui perbuatannya. Ia mengaku telah melakukan pencurian sesuai dengan laporan korban.

“Tersangka ini merupakan residivis yang sudah lima kali masuk penjara dengan kasus serupa. Modus yang digunakan juga sama, yaitu berpura-pura mencari kos. Saat rumah yang didatangi kosong, langsung beraksi. Tersangka kami jerat dengan Pasal 476 KUHP tentang pencurian dengan ancaman pidana penjara maksimal lima tahun atau denda paling banyak kategori V sebesar Rp 500 juta,” tegas Kompol Laksmi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
STIKOM Bali
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Bawa Sajam dan Konsumsi Miras di Area Publik, Dua Pria Digelandang ke Polsek Dentim

Published

on

By

Polsek Dentim
GELANDANG: Kepolisian saat menggelandang dua orang pria kedapatan membawa senjata tajam (sajam) dan mengonsumsi minuman keras di area publik, tepatnya di sebelah barat Monumen Bajra Sandhi, Desa Sumerta Kelod, Denpasar Timur, Minggu (8/2/2026) sekitar pukul 17.00 Wita. (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dua pria diamankan aparat kepolisian saat kedapatan membawa senjata tajam (sajam) dan mengonsumsi minuman keras di area publik, tepatnya di sebelah barat Monumen Bajra Sandhi, Desa Sumerta Kelod, Denpasar Timur, Minggu (08/02/2026) sekitar pukul 17.00 Wita.

Penindakan tersebut berawal dari laporan masyarakat kepada petugas yang sedang melaksanakan patroli rutin di seputaran Lapangan Bajra Sandhi. Warga melaporkan adanya sekelompok orang yang duduk sambil mengonsumsi minuman keras sehingga menimbulkan keresahan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel patroli gabungan segera menuju lokasi dimaksud. Saat dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan badan terhadap tiga orang yang berada di tempat kejadian, petugas menemukan dua senjata tajam masing-masing berupa satu pisau dapur bergagang warna kuning dan satu parang bergagang kayu yang dibawa oleh dua pria berinisial E (23) dan RP (20).

Berdasarkan keterangan awal, keduanya datang ke Lapangan Bajra Sandhi sekitar pukul 15.00 Wita dan sempat mengonsumsi arak bersama rekan-rekan lainnya. Saat hendak meninggalkan lokasi, petugas kepolisian tiba dan melakukan pemeriksaan hingga akhirnya menemukan senjata tajam tersebut.

Selanjutnya, ketiga pria tersebut diamankan ke Pos Polisi Renon dan kemudian dibawa ke Mapolsek Denpasar Timur untuk dimintai keterangan lebih lanjut serta dilakukan proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kapolsek Denpasar Timur (Dentim), Kompol I Ketut Tomiyasa, S.H., M.H., saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan patroli di ruang-ruang publik guna mencegah potensi gangguan kamtibmas.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mengonsumsi minuman keras di tempat umum serta tidak membawa senjata tajam tanpa kepentingan yang sah. Hal tersebut berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan dapat diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya. (gs/bi)

Baca Juga  457 Personel Polda Bali Ikuti Lat Pra Ops Lilin Agung 2024

Loading

Advertisements
STIKOM Bali
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Tinggalkan Mobil di Bengkel, Toyota Alphard Digondol Maling, Dua Pelaku Dibekuk Tim Opsnal Polsek Dentim

Published

on

By

pencurian alphard
Mobil Alphard yang sempat dicuri dua orang pelaku berinisial GTV (26) dan AS (31). (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Polsek Denpasar Timur (Dentim) berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor roda empat (curanmor R4) berupa satu unit mobil Toyota Alphard yang terjadi di wilayah hukumnya. Dalam pengungkapan tersebut, Tim Opsnal Polsek Dentim mengamankan dua orang pelaku berinisial GTV (26) dan AS (31).

Pengungkapan kasus ini dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Dentim Iptu I Nyoman Agus Putra Ardiana, S.H.,M.H., didampingi Panit Opsnal Iptu I Nyoman Padu, atas perintah Kapolsek Dentim Kompol I Ketut Tomiyasa, S.H., M.H.

Peristiwa pencurian terjadi di Bengkel Mandiri Motor, Jl. Sekar Jepun No. 3, Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur, dan diketahui pada Minggu (25/1/2026) sekitar pukul 07.00 Wita, saat karyawan bengkel mendapati mobil Toyota Alphard warna hitam yang dititipkan korban untuk perbaikan sudah tidak berada di lokasi, berikut kunci kontaknya. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp 500 juta dan melaporkannya ke Polsek Dentim.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Opsnal Polsek Dentim segera melakukan olah TKP, pemeriksaan saksi, serta penelusuran kendaraan. Dari hasil koordinasi dengan pihak ASDP Pelabuhan Gilimanuk, diketahui mobil tersebut telah menyeberang ke Pelabuhan Ketapang, Jawa Timur. Tim kemudian melakukan pengejaran hingga ke wilayah Jawa Tengah dan berhasil mengamankan kedua pelaku beserta barang bukti satu unit mobil Toyota Alphard pada Jumat (30/1/2026) dini hari.

Dari hasil interogasi, pelaku mengakui perbuatannya dan menyebutkan pencurian dilakukan dengan memanfaatkan kelengahan pihak bengkel, dengan rencana mobil akan digadaikan.

Kapolsek Dentim Kompol I Ketut Tomiyasa, S.H.,M.H., menyampaikan bahwa pengungkapan ini merupakan bentuk komitmen Polsek Dentim dalam mendukung Ops Sikat 2026 serta memberikan rasa aman kepada masyarakat. Ia juga mengimbau pemilik kendaraan dan pengelola bengkel agar lebih waspada, khususnya dalam pengamanan kunci kendaraan.

Baca Juga  Polresta Denpasar Amankan 30 Tersangka Narkoba Selama Agustus

Saat ini, kedua pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Polsek Denpasar Timur untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. (gs/bi)

Loading

Advertisements
STIKOM Bali
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca