Thursday, 22 February 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Lindungi Danau, Mata Air, Sungai, dan Laut, Gubernur Koster Terbitkan Pergub Nomor 24 Tahun 2020

BALIILU Tayang

:

de
GUBERNUR BALI WAYAN KOSTER

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan air bagi masyarakat Bali berfungsi sebagai sumber kehidupan dan sebagai sarana upacara keagamaan sesuai dengan visi pembangunan daerah “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

Namun kondisi danau, mata air, sungai, dan laut  di Bali saat ini telah semakin menurun secara kuantitas maupun kualitas sehingga perlu dilindungi berdasarkan nilai-nilai Sad Kerthi  dalam upaya menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan Krama Bali yang sejahtera dan bahagia niskala-sakala.

‘’Peraturan Gubernur Nomor 24 Tahun 2020 ini sebagai pedoman bagi pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, desa adat, dan masyarakat untuk melaksanakan pelindungan terhadap danau, mata air, sungai, dan laut  dalam satu kesatuan wilayah, satu pulau, satu pola, dan satu tata kelola,’’ terang Gubernur Bali Wayan Koster dalam konferensi pers di Gedung Gajah Jaya Sabha Denpasar, Jumat (10/7-2020).  Hadir pada kesempatan tersebut Bandesa Agung Majelis Desa Adat Provinsi Bali Penglingsir Puri Agung Sukahet, Ketua PHDI Provinsi Bali I Gusti Ngurah Sudiana, Sekda Bali Dewa Made Indra, Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Desa Provinsi Bali, dan Penyarikan Agung MDA I Ketut Sumarta.

Gubernur Koster menyatakan, tujuan penyusunan peraturan gubernur ini untuk  menjaga kelangsungan keberadaan daya dukung, daya tampung, fungsi danau, mata air, sungai, dan laut agar senantiasa dapat menyediakan sumber air pada kuantitas dan kualitas memadai untuk memenuhi kebutuhan manusia dan mahluk hidup lainnya. Untuk melindungi danau, mata air, sungai, dan  laut beserta ekosistemnya dari kerusakan, pencemaran, dan gangguan yang disebabkan oleh daya rusak alam dan aktivitas manusia. Untuk menjaga kebersihan, kemurnian, dan kesucian danau, mata air, sungai, dan laut. Dan, untuk melaksanakan kearifan lokal dalam rangka pelindungan danau, mata air, sungai, dan laut.

Baca Juga  Luar Biasa, 96,7 Persen Personel Kodim Tabanan telah Divaksin

Ditegaskan, pelindungan danau, mata air, sungai, dan laut dilakukan secara niskala dan  sakala  bersumber dari kearifan lokal  Sad Kerthi,  dilaksanakan oleh perangkat daerah yang  menyelenggarakan urusan pelindungan danau, mata air, sungai, dan laut dengan pemerintah kabupaten/kota dan desa adat.

Pelindungan danau, mata air, sungai, dan laut secara  niskala  dilakukan dengan melaksanakan upacara penyucian secara berkala meliputi: penyucian danau  (Danu Kerthi);  penyucian laut  (Segara  Kerthi);  dan penyucian  tumbuh-tumbuhan (Wana Kerthi).  Upacara  penyucian danau  (Danu Kerthi) dan  penyucian laut  (Segara Kerthi)  dilaksanakan  setiap  Saniscara Kliwon Wuku Uye  (Tumpek Uye).  Sedangkan  upacara penyucian tumbuh-tumbuhan (Wana Kerthi)  dilaksanakan  setiap  Saniscara Kliwon Wuku Wariga (Tumpek Wariga/Tumpek Atag).

Tingkatan pelaksanaan upacara penyucian meliputi  upacara  tingkat alit dan upacara tingkat  utama.    Upacara  penyucian tingkat  alit dilaksanakan setiap 6 (enam) bulan kalender (pawukon) Bali oleh desa adat.  Upacara  penyucian tingkat  utama dilaksanakan setiap 5 (lima) tahun kalender (pawukon) Bali oleh Pemerintah Provinsi.  Selain oleh Pemerintah Provinsi,  masyarakat  juga  dapat melaksanakan  upacara  penyucian sesuai dengan  dresta  setempat. Tata cara pelaksanaan upacara penyucian mengacu pada sastra atau dresta. Upacara penyucian diselenggarakan secara serentak di seluruh Bali.

Pelindungan  danau, mata air, dan sungai  secara  sakala  meliputi:  badan air; sempadan;  aliran air; dan  DAS/Sub DAS  dari hulu sampai hilir.  Sedangkan pelindungan laut secara sakala meliputi: perairan dan pesisir.

Pelindungan  secara  sakala  dilaksanakan oleh perangkat daerah  pemerintah provinsi  yang menyelenggarakan urusan bidang sumber daya air, lingkungan hidup dan kehutanan bersinergi dengan instansi terkait sesuai kewenangan.

Dalam melaksanakan kegiatan pelindungan danau, mata air, sungai, dan laut, desa adat  berkewajiban membuat pararem  dan/atau  awig-awig  yang sekurang-kurangnya  memuat:  melakukan penanaman pohon pada setiap pelaksanaan upacara Tumpek Wariga;  melarang  krama  desa adat, krama tamiu, dan tamiu  membuang sampah, limbah, dan kotoran; melarang karma desa adat, krama tamiu, dan tamiu menebang pohon di sekitar danau, mata air, sungai, dan laut; dan memberikan sanksi atas pelanggaran larangan.

Baca Juga  Pasien Sembuh Terus Bertambah di Denpasar, Hari Ini Tercatat 32 Orang Sembuh

Desa adat melaksanakan pelindungan secara mandiri dan/atau bekerjasama dengan desa adat yang berada dalam  satu kawasan pelindungan dan para pihak.

Setiap pengusaha yang memanfaatkan danau, mata air, sungai, dan laut wajib melaksanakan pelindungan secara niskala dan sakala.

Pelindungan perairan  dilaksanakan  oleh perangkat daerah  yang menyelenggarakan urusan bidang kelautan, kecuali perairan laut di wilayah Taman Nasional Bali Barat.

Pelindungan pesisir dilakukan oleh pemerintah kabupaten/kota kecuali: Taman Hutan Raya Ngurah Rai yang  dilaksanakan  oleh perangkat daerah yang menyelenggarakan urusan  bidang kehutanan; dan  Taman Nasional Bali Barat yang dilaksanakan oleh instansi terkait yang menyelenggarakan urusan bidang kehutanan.

Kegiatan pelindungan danau, mata air, sungai, dan laut diselenggarakan secara serentak  dengan pola semesta berencana  pada setiap hari Sabtu bertepatan dengan hari Saniscara Kliwon Wuku Uye.

Kegiatan pelindungan dilaksanakan oleh perangkat daerah yang menyelenggarakan urusan sumber daya air berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota dan desa adat.

Masyarakat  berperan aktif secara bergotong-royong dalam kegiatan pelindungan danau, mata air, sungai, dan laut.  Peran aktif masyarakat dilakukan secara perorangan, kelompok orang dan/atau organisasi. Peran aktif masyarakat diwujudkan dalam forum partisipasi  kegiatan pelindungan danau, mata air, sungai,  dan laut  pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan/atau pengawasan; partisipasi penanaman dan pemeliharaan pohon serta pembersihan sampah; dan  pengaduan terhadap pelanggaran dan/atau  ketidakpatuhan pelaksanaan kegiatan pelindungan danau, mata air, sungai, dan laut. (*/gs)

Advertisements
ucapan Natal dan Tahun Baru
Advertisements
imlek
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan

BUDAYA

Lomba Ogoh-ogoh Tingkat PAUD di Kecamatan Abiansemal

Published

on

By

lomba ogoh-ogoh paud abiansemal
BUKA LOMBA: Bunda PAUD Kabupaten Badung Ny. Seniasih Giri Prasta saat membuka Lomba Ogoh-ogoh PAUD bertempat di Taman Mumbul Abiansemal, Senin (19/2). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1946, Kecamatan Abiansemal mengadakan Lomba Ogoh-ogoh PAUD dengan Tema “Pengembangan Kreativitas dan Seni Budaya Mulai Usia Dini” bertempat di Taman Mumbul Abiansemal, Senin (19/2).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bunda PAUD Kabupaten Badung Ny. Seniasih Giri Prasta, Camat Abiansemal Ida Bagus Mas Arimbawa, Camat Petang Anak Agung Ngurah Raka Sukaeling, Perbekel se-Kecamatan Abiansemal serta tokoh masyarakat di Taman Mumbul.

Ny. Seniasih Giri Prasta selaku Bunda PAUD Kabupaten Badung mengucap rasa terimakasih dan mengapresiasi dengan adanya kegiatan Lomba Ogoh-ogoh PAUD se-Kecamatan Abiansemal. Dirinya berharap kegiatan ini dapat diikuti dan terlaksana di 6 kecamatan dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi yang akan datang.

“Kegiatan-kegiatan ini juga diharapkan dapat mengajarkan budi pekerti sedari dini, dengan mengenalkan baleganjur dan ogoh-ogoh. Hal ini dapat mengenalkan bagaimana adat dan budaya kita, melatih mental dan kerja sama bagi anak-anak usia dini,” ujar Ny. Seniasih Giri Prasta di objek wisata Taman Mumbul Desa Sangeh.

Sementara itu Bunda PAUD Kecamatan Abiansemal Ida Ayu Paristyawati Manuaba selaku Panitia melaporkan untuk pelaksanaan Lomba Ogoh-ogoh PAUD yang diikuti 23 Peserta yang ada di Kecamatan Abiansemal.

“Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan mengenalkan budaya Bali menumbuhkan kreativitas, yang bisa membangkitkan cinta tanah air, rasa nasionalisme, dan mengenalkan ogoh-ogoh sejak dini  sebagai simbol keburukan sifat manusia dan hal-hal negatif alam semesta yang harus dinetralisir,” pungkasnya. (gs/bi)

Advertisements
ucapan Natal dan Tahun Baru
Advertisements
imlek
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan
Baca Juga  Luar Biasa, 96,7 Persen Personel Kodim Tabanan telah Divaksin
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Perkuat Sinergi dengan Masyarakat, Bupati Sanjaya Hadiri ‘’Karya’’ Dadia Pasek Gelgel Desa Tunjuk

Published

on

By

bupati sanjaya
NGUPESAKSI: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat menghadiri uleman dan ngupasaksi upacara Pujawali Nyatur, Melaspas Prasasti dan Metatah Bersama yang bertempat di Dadia Pasek Gelgel, Banjar Tunjuk Tengah, Desa Tunjuk, Kecamatan Tabanan, Senin (12/2). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Terus bersinergi dengan masyarakat dalam upaya pelestarian tradisi, seni, adat, agama dan budaya di daerah, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menghadiri uleman dan ngupasaksi upacara Pujawali Nyatur, Melaspas Prasasti dan Metatah Bersama yang bertempat di Dadia Pasek Gelgel, Banjar Tunjuk Tengah, Desa Tunjuk, Kecamatan Tabanan, Senin (12/2).

Dalam kesempatan tersebut, Sanjaya turut didampingi oleh salah satu Anggota DPR RI dan Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Asisten III, Jajaran Pimpinan Kepala OPD terkait, Camat dan unsur Forkopimcam Tabanan. Kehadiran Sanjaya beserta jajaran siang itu, juga mendapat sambutan positif dari Bendesa Adat, Perbekel dan Krama Adat setempat.

Upacara yang puncaknya pada Selasa, 13 Februari 2024 tersebut dipuput oleh Ida Sang Sulinggih yang merupakan rangkaian upacara Dewa Yadnya, yakni melaspas prasasti yang juga dirangkaikan dengan upacara Manusa Yadnya, yakni Metatah Bersama yang diikuti 14 peserta. Yadnya ini merupakan wujud semangat gotong-royong krama adat Banjar Tunjuk Tengah.

Usai persembahyangan bersama, melalui sambrama wacana selaku Murdaning Jagat Tabanan, Bupati Sanjaya menyampaikan doa restu, apresiasi serta rasa bangganya kepada masyarakat akan kesungguhan krama dalam melaksanakan yadnya. Dimana hal ini sejalan dengan kekompakan masyarakat dalam membangun Tabanan, sekaligus pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam melestarikan tradisi, seni, adat, agama dan budaya.

“Sangat luar biasa semeton titiang disini, satu lihat titiang, semeton titiang disini sudah sangat bhakti, pertama bhakti ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa, itu yang tiang lihat mangkin, tiang berikan apresiasi. Yang kedua, bhakti ring Ida Bhatara Kawitan yang berstana disini, ngewangun yadnya Pujawali lan Metatah. Yang ketiga, bhakti ring guru wisesa, bhakti ring pemerintah, ajak titiang kompak bersatu membangun Tabanan Era Baru ini ke depan,” ujar Sanjaya.

Baca Juga  Update Covid-19 (20/7) di Bali, Pasien Covid-19 Meninggal kembali Bertambah 4 Orang

Melalui momen sakral tersebut, Sanjaya berharap agar karya yang dibangun oleh keluarga besar Banjar Adat Tunjuk Tengah tersebut dapat berjalan dengan lancar, rahayu dan sida sidaning don. Dalam penutupnya, politisi asal Dauh Pala tersebut menekankan kembali komitmennya dalam mendukung dan mengawal pembangunan serta kehidupan masyarakat di Kabupaten Tabanan.

Di kesempatan yang sama, I Wayan Sugiartana selaku Bendahara Karya menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Bupati Sanjaya, atas kehadirannya dan dukungan yang diberikan kepada masyarakat untuk bersama-sama dalam membangun yadnya. Hal ini diharapkan terus dapat ditingkatkan guna membangun daerah dan masyarakat menuju Tabanan yang Aman, Unggul dan Madani (AUM). (gs/bi)

Advertisements
ucapan Natal dan Tahun Baru
Advertisements
imlek
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Komit Lestarikan Seni Budaya, Sekda Adi Arnawa Support Lomba Gender Wayang

Published

on

By

adi arnawa
LOMBA GENDER: Sekda Wayan Adi Arnawa saat membuka Lomba Gender Wayang Berpasangan Kategori SD dan SMP yang digelar oleh Sanggar Sada Suara di Wantilan DPRD Badung, Puspem, Minggu (11/2). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemkab Badung selalu komit terhadap pelestarian seni budaya Bali. Hal itu ditunjukkan dengan memberikan support berupa dana, sekaligus membuka Lomba Kesenian Bali Gender Wayang Berpasangan Kategori SD dan SMP yang digelar oleh Sanggar Sada Suara, bertempat di Wantilan DPRD Badung, Puspem, Minggu (11/2).

Mewakili Bupati, Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana Pemkab Badung Rp 30 juta untuk Lomba Gender Wayang diterima Ketua Panitia Ida Bagus Gede Mahendra dan disaksikan langsung oleh seluruh peserta.

“Bupati Badung memang sangat konsisten dan komit dalam upaya pelestarian dan pengembangan seni dan budaya warisan leluhur kita. Lomba ini sangat positif melestarikan seni adat dan budaya warisan leluhur sekaligus mengasah kemampuan seni anak-anak dari usia dini untuk mengenal dan ikut menjaga melestarikan seni dan budaya warisan leluhur kita,” ujar Adi Arnawa.

Ketua Panitia Penyelenggara Ida Bagus Gede Mahendra menyampaikan ucapan terima kasih kepada Sekda Adi Arnawa. Lomba kali ini bertujuan untuk melestarikan seni dan budaya serta meningkatkan aktivitas dan kreativitas di bidang seni dan budaya Bali.

”Terima kasih kami sampaikan kepada Sekda Badung yang telah meluangkan waktunya untuk hadir dan membuka kegiatan lomba kesenian Bali ini. Kegiatan lomba Gender Wayang yang diikuti oleh sebanyak 10 pasang kategori SD dan SMP,” lapornya. (gs/bi)

Advertisements
ucapan Natal dan Tahun Baru
Advertisements
imlek
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan
Baca Juga  Pasien Sembuh Terus Bertambah di Denpasar, Hari Ini Tercatat 32 Orang Sembuh
Lanjutkan Membaca