Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Ny. Putri Koster, Ajak Kader PKK tak hanya Tataran Wacana tetapi Berkarya Nyata di Lapangan

BALIILU Tayang

:

de
NY. PUTRI KOSTER, ketua TP PKK Provinsi Bali.

Denpasar, baliilu.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster mengajak kader PKK tidak hanya berada pada tataran wacana, melainkan wajib turun ke lapangan dan melakukan karya nyata dalam mewujudkan keluarga yang sehat, cerdas dan inovatif. Sehingga, 10 (sepuluh) program pokok PKK yang puluhan tahun sudah kita dengungkan dan saat pandemi ini diharapkan menjadi titik tolak untuk bekerja secara nyata turun ke tengah masyarakat untuk terlibat langsung dalam meringankan beban warga terdampak. Hal ini disampaikannya saat menghadiri peringatan Hari Keluarga ke-27, Hari Kesatuan Gerak PKK ke-48 dan Pencanangan Kesatuan Gerak PKK Bangga Kencana Kesehatan Provinsi Bali Tahun 2020 Virtual, di Jaya Sabha, Selasa (23/6-2020).

Dalam sambutan Ketua Umum TP PKK Pusat Ny. Tri Tito Karnavian serangkaian Hari Kesatuan Gerak PKK ke-48 yang dibacakan Ny. Putri Suastini Koster selaku Ketua TP PKK Provinsi Bali disampaikan hendaknya peringatan TP PKK tidak lagi bersifat ceremonial pada tahun-tahun ke depannya. Melainkan, berupa kegiatan yang dapat dirasakan langsung oleh keluarga-keluarga di Indonesia dan kembali pada rohnya yaitu sebagai gerakan masyarakat untuk pemberdayaan keluarga.

de
NY. PUTRI KOSTER, hadiri peringatan Hari Keluarga ke-27, Hari Kesatuan Gerak PKK ke-48 dan Pencanangan Kesatuan Gerak PKK Bangga Kencana Kesehatan Provinsi Bali Tahun 2020 Virtual, di Jaya Sabha, Selasa (23/6-2020).

Artinya, keluarga sebagai unit terkecil masyarakat mendapat pemberdayaan yang fokus pada potensi pada kebutuhannya yang secara langsung nantinya dapat mengetoktularkan kemampuan pada lingkungan sekitar tempat tinggal. Kemudian memberi manfaat bagi banyak pihak. Berarti gerakan PKK juga berpotensi memberdayakan masyarakat secara keseluruhan, sehingga sangat beralasan gerakan PKK untuk Indonesia maju.

Makna mendasar dari Indonesia maju sebagai visi pemerintah harus kita dukung sepenuhnya dengan semangat pembaharuan dan gerakan PKK dengan tujuan dapat mengembangkan daya kreasi dan kreativitas kita dalam memberdayakan keluarga dalam arti luas. Setiap perayaan yang dilakukan dalam memperingati hari Kesatuan Gerak PKK harus mampu menumbuhkan semangat yang menggelora karena TP PKK sebagai mitra kerja dari pemerintah harus mampu menjadi pelopor dan pembaharu yang inspiratif.

Baca Juga  We<strong>binar 44 Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru</strong>

Bupati Klungkung mendampingi Ketua TP PKK Kabupaten Klungkung sebagai juara umum perlombaan gerakan PKK dalam sambutannya mengatakan pihaknya akan terus bersinergi dengan Tim Penggerak PKK dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Klungkung, salah satunya dengan meningkatkan kepedulian terhadap sesama dengan cara menyalurkan bantuan atau kebutuhan masyarakat yang diperlukan dengan maksud dapat meringankan keluarga yang kurang mampu. Karya nyata TP PKK Klungkung dan pemerintah ditunjukkan dengan pemberian dan penyerahan bantuan 268 paket sembako untuk warga Banjar Cucukan dan 165 paket sembako untuk warga Desa Nyalian.

Pola pendekatan pergerakan peran serta masyarakat yang menjadi ciri khas TP PKK dalam berbagai aspek pembangunan merupakan modal sosial yang besar artinya. Pergerakan peran serta atau partisipasi masyarakat dalam pembangunan adalah prinsip dasar gotong-royong yang merupakan warisan budaya bangsa.

Gerakan PKK sesungguhnya potensi pembangunan bagi bangsa Indonesia dan dengan memahami potensi yang dimiliki maka harus digelorakan dan pelihara serta kembangkan secara terus-menerus. Atas dasar itulah untuk penyelenggaraan peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke depannya sebaiknya dilakukan di tengah masyarakat dengan melakukan kegiatan sosial seperti memberikan santunan kepada warga kurang mampu, bakti sosial, memberikan kegiatan sosial pelayanan kesehatan gratis dan ada perhatian khusus pada kegiatan di posyandu karena masyarakat mendapatkan layanan kesehatan dasar yang mengandung aspek layanan kesehatan, aspek pendidikan dan aspek ekonominya sehingga posyandu dapat dijadikan arena deteksi dini bagi anak-anak bergejala stunting yang saat ini menjadi program prioritas pemerintah dalam pencegahan stunting.

Pemerintah sedang memacu berbagai program pembangunan melalui sejumlah kegiatan termasuk pemberdayaan masyarakat dan pemberdayaan keluarga untuk mewujudkan Indonesia maju. “Kita juga perlu menjaga sepenuhnya proses pembangunan itu dengan cara menjaga situasi yang kondusif di dalam keluarga dan lingkungan kita,” ungkap Ny. Tri Tito Karnavian dalam sambutan tertulisnya.

Baca Juga  "Menyapa dan Berbagi", Ny. Putri Koster Sambangi Dua Kecamatan di Kabupaten Tabanan

‘’Melalui tema Gerakan PKK untuk Indonesia Maju’ Hari Kesatuan Gerak PKK Ke-48, saya mengajak seluruh kader TP PKK dan kader dasawisma untuk terus melakukan upaya penyelarasan program dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan penuh kreativitas, sehingga dua (2) hal pokok yang harus dilakukan adalah terus menggelorakan semangat dan motivasi kita untuk Indonesia maju dengan bakti dan karya nyata serta bekerja tanpa pamrih dan mengembangkan daya inovasi dan kreativitas untuk kelangsungan program PKK yang selaras dengan garis kebijakan program Pemerintah,’’ katanya.

Untuk ke depannya semangat yang ditanamkan harus tetap, pemberdayaan untuk kesejahteraan di pulau dewata ini tetap, namun penerapan protokol kesehatan tetap dilakukan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan diri kita dan orang lain.

Di akhir sambutan, Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster mengajak agar semua pihak turut serta mewujudkan visi Pemerintah Provinsi Bali yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali di tengah pandemi Covid-19 dengan cara membantu langsung warga terdampak yang khususnya tidak masuk daftar penerima bantuan dari pemerintah.

Acara juga diisi dengan penyerahan penghargaan dan piagam bagi TP PKK Kabupaten/ Kota se-Bali  sebagai pemenang dalam sejumlah lomba yang sebelumnya sudah dilaksanakan. (*/gs)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Sekda Eddy Mulya Lepas Fun Walk Yayasan Pendidikan Karang Gede

Semarakkan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia

Loading

Published

on

By

Sekda Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya melepas peserta Fun Walk Yayasan Pendidikan Karang Gede di Denpasar, Sabtu (16/8).
LEPAS FUN WALK: Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, melepas sekaligus mengikuti kegiatan Fun Walk yang digelar Yayasan Pendidikan Karang Gede, yang menaungi TK, SD, dan SMP Mahardika Denpasar, Sabtu (16/8). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, melepas sekaligus mengikuti kegiatan Fun Walk yang digelar Yayasan Pendidikan Karang Gede, yang menaungi TK, SD, dan SMP Mahardika Denpasar, Sabtu (16/8). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan.

Kegiatan turut dihadiri Camat Denpasar Timur Ketut Sri Karyawati, Ketua Yayasan Pendidikan Karang Gede Prof. Dr. Wayan Maba, Owner Yayasan Pendidikan Karang Gede Ni Luh Putu Sri Utami Suarshana, jajaran pengurus yayasan, para guru, siswa, serta orang tua siswa. Usai pelaksanaan Fun Walk, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan door prize kepada para peserta sebagai bentuk apresiasi sekaligus menambah semarak suasana perayaan kemerdekaan.

Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Pendidikan Karang Gede yang telah turut berpartisipasi memeriahkan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI melalui berbagai kegiatan yang melibatkan warga sekolah, orang tua, dan masyarakat. Menurutnya, keterlibatan lembaga pendidikan dalam kegiatan kebangsaan menjadi bagian penting dalam menanamkan semangat nasionalisme dan kebersamaan sejak dini.

“Atas nama Pemerintah Kota Denpasar, kami memberikan apresiasi kepada Yayasan Pendidikan Karang Gede yang telah ikut memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Kami juga mengucapkan terima kasih karena selama ini telah turut berpartisipasi membantu pembangunan di Kota Denpasar, khususnya dalam bidang pendidikan,” ujar Eddy Mulya.

Pihaknya berharap, semangat Yayasan Pendidikan Karang Gede dalam mendukung kemajuan pendidikan dan pembangunan di Kota Denpasar dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Selain menjadi momentum memperingati kemerdekaan, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mempererat kebersamaan antara siswa, guru, orang tua, dan masyarakat.

Baca Juga  Omzet IKM Bali Bangkit Melejit Selama PKB

Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Kepala SD Mahardika Denpasar, I Wayan Gede Suyanta, mengatakan Fun Walk merupakan salah satu kegiatan dalam rangkaian peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI yang dirancang untuk melibatkan seluruh warga sekolah.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak seluruh warga sekolah, mulai dari anak-anak TK, SD, SMP hingga para orang tua untuk bersama-sama memeriahkan Kemerdekaan Republik Indonesia,” jelasnya.

Fun Walk mengambil rute dari Jalan Bypass Ngurah Rai menuju Jalan Wayan Wuruk, kemudian berbelok ke Jalan Ganapura dan kembali menuju Jalan Bypass Ngurah Rai. Selain Fun Walk, rangkaian kegiatan juga diisi dengan donor darah, senam sehat, lomba mewarnai, tenant UMKM, sembako murah, serta pemeriksaan kesehatan.

Rangkaian kegiatan akan dilanjutkan hingga 17 Agustus 2026 melalui pelaksanaan upacara bendera. Melalui berbagai kegiatan tersebut, Yayasan Pendidikan Karang Gede berharap momentum HUT Kemerdekaan tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai perjuangan, nasionalisme, kebersamaan, serta semangat untuk mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang positif.

“Dengan semangat kebersamaan ini, kami berharap siswa dan masyarakat dapat ikut memeriahkan kemerdekaan sekaligus memahami makna kemerdekaan dan mengisinya dengan kegiatan-kegiatan positif,” pungkasnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Peringati Hari Jadi Provinsi Bali Ke-68, Gubernur Koster: Pelayanan dan Pengabdian dilakukan Tulus Iklas

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster membacakan pidato Peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar.
PIDATO: Gubernur Bali Wayan Koster saat membacakan pidato serangkaian Peringatan Hari Jadi Ke-68 Provinsi Bali, di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Jumat/ Sukra Pon, Tambir, (14/8). (Foto: Hms Pemprov Bali)  

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mengajak seluruh jajaran Pemerintahan Provinsi Bali untuk terus memberikan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat dilandasi ketulusan hati, menjunjung integritas, mengutamakan kepentingan masyarakat diatas kepentingan pribadi maupun golongan.

Selain itu semangat gotong-royong dan tanggung jawab untuk pembangunan Bali serta kesejahteraan masyarakat juga wajib terus dipupuk demi mewujudkan Bali era baru, yakni Bali yang berkualitas, unggul, berdaya saing dan berkelanjutan secara sekala-niskala. Hal ini disampaikannya saat membacakan pidato serangakaian Peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali, di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Jumat/ Sukra Pon, Tambir, (14/8).

Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali tahun ini, mengangkat tema “Suci Lascarya, Nusa Wijaya” yang bermakna tulus ikhlas untuk kejayaan Bali”.

Tema ini mengandung pesan luhur, bahwa setiap karya, pengabdian, dan pelayanan yang Kita lakukan hendaknya dilandasi ketulusan hati, menjunjung integritas, mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun golongan, serta semangat gotong royong, dan bertanggungjawab, demi Nindihin Gumi Bali mewujudkan Bali Era Baru, Bali yang berkualitas, unggul, berdaya saing, dan berkelanjutan, Niskala-Sakala.

“Pencapaian pembangunan yang patut kita syukuri bersama adalah telah berhasil memperjuangkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali, yang diundangkan pada tanggal 4 Mei Tahun 2023. Undang-Undang Provinsi Bali berisi ketentuan yang mengakui keberadaan Desa Adat, Subak, Sad Kerthi, Kebudayaan dan Kearifan Lokal Bali,” tegas Gubernur Wayan Koster.

Lebih lanjut, pada kesempatan ini disampaikan bahwa Undang-Undang Provinsi Bali, telah dijadikan sebagai payung hukum penyelenggaraan arah dan tatanan pembangunan Bali, yang dituangkan dalam Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru, 2025-2125.

Baca Juga  "Menyapa dan Berbagi", Ny. Putri Koster Sambangi Dua Kecamatan di Kabupaten Tabanan

Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun telah ditetapkan dengan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2023 dan telah di-pasupati, pada Sabtu (Saniscara Paing, Langkir), tanggal 19 Agustus 2023, di Pura Penataran Agung Besakih.

Periode 2025-2030 merupakan momentum pertama pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun tersebut. Keberhasilan momentum pertama pembangunan Bali lima tahun ke depan, akan menjadi fondasi yang menentukan keberhasilan dan keberlanjutan peradaban serta masa depan generasi penerus Bali sampai 100 tahun ke depan, bahkan sepanjang jaman.

Pembangunan Bali 100 Tahun ke depan diselenggarakan dengan visi “NANGUN SAT KERTHI LOKA BALI” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru.

Dijelaskannya, visi ini adalah untuk menjaga unteng kekuatan alam, manusia, dan kebudayaan Bali berbasis nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi, yakni penyucian dan pemuliaan enam sumber kesejahteraan dan kebahagiaan kehidupan Manusia.

Pembangunan Bali Periode 2025-2030 diselenggarakan melalui Enam Bidang Prioritas, yakni adat, agama, tradisi, seni dan budaya serta kearifan lokal.

Selain itu juga bidang prioritas lainnya adalah tentang kesehatan, pendidikan, pemuda, olahraga, jaminan sosial dan ketenagakerjaan.

Selain itu, transformasi perekonomian dengan ekonomi kerthi Bali, infrastruktur darat, laut, dan udara, serta transportasi. Lingkungan, hutan dan energi serta keamanan Bali diharapkan mampu menjadi prioritas utama yang dilaksanakan secara bergotong royong penuh tanggungjawab sehingga Bali mampu menjadi pulau digital yang berkualitas.

Pembangunan Bali diselenggarakan dengan pola pembangunan semesta berencana, yakni pembangunan yang dan terpola, terintegrasi terencana, menyeluruh, dalam satu terarah, kesatuan wilayah, satu pulau, satu pola, dan satu tata kelola.

Apel peringatan Hari Jadi Ke-68 Provinsi Bali diikuti oleh seluruh pegawai Pemerintah Provinsi Bali. (gs/bi)

Baca Juga  Dua Tahun Kinerja PAKIS Bali Bersama Ny. Putri Koster

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hari Jadi Provinsi Bali Ke-68, Gubernur Koster Tegaskan Komitmen Wujudkan Bali Era Baru Berkelanjutan

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan pidato pada Sidang Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Bali memperingati Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali di Denpasar.
PIDATO: Gubernur Bali Wayan Koster saat menyampaikan pidato pada Sidang Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Bali dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali, Jumat (14/8) bertempat di Ruang Sidang Utama, Kantor DPRD Provinsi Bali, Denpasar. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Bali untuk melanjutkan pembangunan Bali secara fundamental dan komprehensif dengan berlandaskan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menyampaikan pidato pada Sidang Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Bali dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali, Jumat (14/8) bertempat di Ruang Sidang Utama, Kantor DPRD Provinsi Bali, Denpasar.

Sidang paripurna tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Provinsi Bali Dewa Made Mahyadnya, dan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bali, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta beserta Ny. Seniasih Giri Prasta, Sekretaris Daerah Provinsi Bali, para Ketua DPRD Kabupaten/Kota se-Bali, serta tokoh masyarakat dan undangan lainnya.

Dalam momentum tersebut, Gubernur mengajak seluruh masyarakat Bali untuk tidak melupakan sejarah dan meneruskan semangat pengabdian para pemimpin Bali terdahulu yang telah meletakkan fondasi pembangunan Bali.

“Kita sebagai generasi penerus yang mewarisi spirit pengabdian Beliau, wajib meneruskan perjuangan dan pengabdian Beliau, membangun Bali pada masa kini dan masa depan sebagai bentuk tanggung jawab untuk menjaga eksistensi keberlanjutan Bali sepanjang masa,” tegas Gubernur Koster.

Gubernur Koster mengatakan, dalam melanjutkan kepemimpinan pembangunan Bali, dirinya bersama Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta mengemban amanah masyarakat Bali untuk ngayah secara total, Lascarya Niskala-Sakala, dengan bekerja sungguh-sungguh, ekstra keras, fokus, tulus dan lurus.

“Dalam melanjutkan Kepemimpinan Pembangunan Bali itulah, Titiang sebagai Gubernur bersama Bapak I Nyoman Giri Prasta sebagai Wakil Gubernur Bali mengemban amanah yang diberikan oleh masyarakat Bali untuk ngayah secara total Lascarya Niskala-Sakala, berjuang dengan sungguh-sungguh, bekerja ekstra keras, fokus, tulus, lurus membangun Bali,” ujar Gubernur.

Baca Juga  "Menyapa dan Berbagi", Ny. Putri Koster Sambangi Dua Kecamatan di Kabupaten Tabanan

UU Provinsi Bali Jadi Landasan Pembangunan

Dalam pidatonya, Gubernur Koster juga menyoroti keberhasilan Bali memperjuangkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali. Menurutnya, UU tersebut memberikan pengakuan dan kewenangan yang bersifat khas dan kuat bagi Bali, termasuk pengakuan terhadap karakteristik Bali berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi, keberadaan Desa Adat dan Subak, serta pola pembangunan yang memperhatikan karakteristik alam, manusia dan kebudayaan Bali.

“Yang sangat penting dan strategis, Undang-Undang Provinsi Bali telah dijadikan sebagai payung hukum dalam menata arah dan tatanan pembangunan Bali sesuai karakteristik alam, manusia, dan kebudayaan Bali,” kata Gubernur.

UU Provinsi Bali tersebut kemudian menjadi payung hukum dalam menata arah pembangunan Bali untuk 100 tahun ke depan melalui Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru 2025–2125, yang ditetapkan melalui Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2023.

Gubernur menegaskan, pembangunan Bali 100 tahun ke depan tetap berlandaskan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang bermakna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan Krama Bali yang sejahtera dan bahagia, menuju Bali yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Periode 2025–2030 Jadi Fondasi Bali 100 Tahun

Gubernur Koster mengatakan, periode 2025–2030 menjadi momentum pertama pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun. Karena itu, keberhasilan pembangunan pada periode ini akan menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan peradaban dan masa depan generasi Bali hingga 100 tahun mendatang.

“Keberhasilan momentum pertama pembangunan Bali lima tahun ke depan, akan menjadi fondasi yang menentukan keberhasilan dan keberlanjutan peradaban serta masa depan generasi penerus Bali sampai 100 tahun ke depan, bahkan sepanjang jaman. Oleh karena itu, tidak ada pilihan lain, hanya ada satu pilihan, harus sukses,” tegasnya.

Baca Juga  Dua Tahun Kinerja PAKIS Bali Bersama Ny. Putri Koster

Untuk mewujudkan hal tersebut, pembangunan Bali periode 2025–2030 difokuskan pada enam bidang prioritas, yakni adat, agama, tradisi, seni dan budaya serta kearifan lokal; kesehatan, pendidikan, pemuda, olahraga, jaminan sosial dan ketenagakerjaan; transformasi perekonomian melalui Ekonomi Kerthi Bali; pembangunan infrastruktur darat, laut dan udara serta transportasi; lingkungan, kehutanan dan energi; serta Bali Pulau Digital dan Keamanan Bali.

Atasi Persoalan Sampah, Kemacetan hingga Pariwisata

Gubernur Koster mengakui pembangunan Bali yang berlangsung selama bertahun-tahun telah memberikan manfaat positif terhadap kesejahteraan masyarakat. Namun, dinamika pembangunan juga menghadirkan berbagai persoalan yang harus segera ditangani, mulai dari alih fungsi lahan sawah, sampah, kerusakan ekosistem lingkungan, kemacetan, keterbatasan infrastruktur dan transportasi publik, hingga kesenjangan ekonomi antarwilayah.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Bali mulai menjalankan sejumlah program super prioritas mendesak, antara lain penuntasan persoalan sampah, pembangunan Fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), penanganan kemacetan, penertiban usaha transportasi dan akomodasi pariwisata, penertiban Online Travel Agent (OTA), serta penertiban perilaku wisatawan asing yang melanggar aturan.

Di bidang infrastruktur, sejumlah pembangunan strategis juga direncanakan dan mulai dilaksanakan pada 2026–2029, antara lain Jalan Shortcut Singaraja-Mengwi, Underpass Jimbaran, Jalan Baru Gatot Subroto Barat-Canggu, Underpass Tohpati, Jalan Baru Sunset Road-Mahendradatta, serta sejumlah ruas konektivitas Jalan Lingkar Bali.

Bali Berkontribusi Besar terhadap Pariwisata Nasional

Gubernur Koster juga menegaskan besarnya kontribusi Bali terhadap sektor pariwisata dan devisa Indonesia. Pada 2025, jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Bali melalui jalur udara mencapai 7,05 juta orang atau sekitar 45,8 persen dari total wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Dari sisi devisa pariwisata, Bali menyumbang sekitar Rp 176 triliun atau 55 persen dari total devisa pariwisata Indonesia sebesar Rp 319,9 triliun.

Baca Juga  Ny. Putri Koster: Produk Printing dan Kendala Bahan Baku Rugikan Perajin Endek

“Data ini menunjukkan bahwa Bali berkontribusi sangat besar kepada Indonesia. Meskipun tidak masuk ke kas negara sebagai pendapatan negara dalam konteks ‘dana bagi hasil’, namun secara tidak langsung, sektor pariwisata Bali berkontribusi sangat besar dalam pertumbuhan ekonomi nasional, dan meningkatkan cadangan devisa negara,” ujar Gubernur.

Bali Konsisten Dorong Pembangunan Berkelanjutan

Gubernur Koster juga menyampaikan bahwa berbagai kebijakan Bali yang berorientasi pada lingkungan dan keberlanjutan telah mendapat apresiasi internasional. Kebijakan tersebut antara lain pembatasan penggunaan plastik sekali pakai, pengembangan energi bersih, kendaraan listrik, pertanian organik, perlindungan danau, mata air, sungai dan laut, serta pengembangan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.

Bali, kata Gubernur, bahkan telah mencanangkan target Net Zero Emission pada 2045, atau 15 tahun lebih cepat dibandingkan target nasional 2060.

“Bali dinilai berani mengambil langkah dengan mencanangkan target pencapaian Net Zero Emission pada tahun 2045, 15 tahun lebih cepat dari target nasional tahun 2060,” ungkapnya.

Menutup pidatonya, Gubernur Koster mengajak seluruh Sameton Krama Bali, khususnya generasi muda, untuk menjaga kekompakan, persatuan dan semangat gotong-royong dalam membangun Bali.

“Selamat Hari Jadi Ke-68! Dirgahayu Provinsi Bali!” tutup Gubernur Koster. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca