Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

PU Fraksi Atas RAPBD Bali 2025: PDIP Soroti Pendapatan Tansfer, Gerindra Singgung Realisasi Pinjaman Daerah

BALIILU Tayang

:

APBD Bali 2025
RAPAT PARIPURNA: Pelaksanaan Rapat Paripurna ke-25 DPRD Provinsi Bali Masa Persidangan III Tahun Sidang 2024-2025 dengan agenda pandangan umum Fraksi-fraksi terhadap Raperda Provinsi Bali tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2025 yang berlangsung di Gedung Wisma Sabha, Kantor Gubernur Bali, Niti Mandala, Denpasar. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Rapat paripurna ke-25 DPRD Bali dengan agenda penyampaian pandangan umum (PU) fraksi atas Raperda APBD Provinsi Bali 2025, Senin (21/7/2025) berlangsung hangat. Pasalnya, Masa Persidangan III Tahun Sidang 2024-2025 di Gedung Wisma Sabha, Kantor Gubernur Bali, Niti Mandala, Denpasar diwarnai sejumlah catatan.

Rapat paripurna dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Bali dari Fraksi Gerindra I Wayan Disel Astawa didampingi Wakil Ketua II DPRD Bali Ida Kade Komang Kresna Budi dan dihadiri oleh Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta beserta OPD Provinsi Bali.

Dalam pandangan Fraksi PDIP DPRD Provinsi Bali yang dibacakan I Putu Suryandanu Willyan Richart, menilai Perubahan APBD 2025 harus dijalankan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keberpihakan kepada rakyat.

Dalam paparannya terdapat lima catatan strategis terhadap isi Raperda tersebut. Pertama, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Rp 3,58 triliun menjadi Rp 4,05 triliun diapresiasi, namun fraksi menilai pemerintah perlu memberikan penjelasan lebih rinci terkait dasar perhitungan optimistis tersebut.

Kedua, fraksi menyoroti penurunan pendapatan transfer sebesar Rp 2,04 miliar dan meminta penjelasan atas dampaknya terhadap program-program yang sebelumnya dibiayai Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik.

Ketiga, mereka menilai penurunan pada belanja modal dan belanja tidak terduga berisiko menurunkan daya tahan infrastruktur dan kemampuan pemerintah merespons kondisi darurat, padahal belanja daerah secara total justru meningkat dari Rp 6,8 triliun menjadi Rp 7,07 triliun. Catatan keempat menyangkut lonjakan belanja bagi hasil dari Rp 582 miliar menjadi Rp 1,01 triliun.

Fraksi mendorong agar distribusi dana dilakukan adil dan transparan agar pembangunan berjalan merata di seluruh Bali. Terakhir, fraksi PDIP meminta penjelasan atas pinjaman daerah sebesar Rp 347 miliar, terutama terkait urgensinya serta dampaknya terhadap fiskal jangka panjang.

Baca Juga  DPRD Provinsi Bali Terima Aspirasi FPDP Bali

“Kami berharap agar perubahan APBD ini benar-benar memperkuat ketahanan ekonomi lokal, menyentuh kebutuhan rakyat banyak, dan menjaga keseimbangan lingkungan hidup Bali,” ujar Suryandanu.

Sementara itu, Fraksi Gerindra-PSI yang dibacakan oleh I Kadek Diana mempertanyakan strategi penganggaran pinjaman yang menurut mereka selalu muncul tiap tahun namun tak pernah direalisasikan. Tahun 2023 dan 2024, pinjaman masing-masing Rp 670 miliar dan Rp 832 miliar sempat dianggarkan, tetapi realisasi nol. Sementara, belanja daerah tetap berjalan lancar.

“Pertanyaannya adalah kenapa hal ini senantiasa secara berulang selalu terjadi, atau diperlukan strategi dalam merumuskan anggaran dengan melakukan pinjaman Daerah sebagai upaya menutup defisit, dan ketika dalam pelaksanaannya pinjaman tidak dilakukan, namun pelaksanaan belanja tetap dapat berjalan lancar?” ujarnya.

Mereka juga meminta kejelasan atas status pinjaman dari PT Bank BPD Bali yang tercantum dalam Raperda 2025, namun dengan tahun perjanjian 2024. Fraksi menyebut hal ini perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan persepsi manipulatif terhadap publik.

Fraksi Gerindra-PSI juga menyoroti optimalisasi Pungutan Wisatawan Asing (PWA) yang hanya dianggarkan Rp 400 miliar dalam APBD Perubahan 2025, naik dari realisasi Rp 317,88 miliar tahun 2024. Padahal, potensi riilnya jauh lebih besar.

“Dengan asumsi jumlah Kunjungan Wisman Tahun 2025 sama dengan Tahun 2024, maka dikalikan tarif Rp 150.000 per orang, diketahui potensi Pungutan Wisman sebesar Rp 950 miliar. Sehingga dengan anggaran sebesar Rp 400 miliar hanya 42,11 persen dari potensi Tahun 2025,” paparnya.

Fraksi Gerindra-PSI mendorong agar target PWA dinaikkan hingga Rp 747,15 miliar atau 78,65 persen dari potensi yang ada. Angka ini juga setara dengan jumlah pinjaman daerah yang direncanakan, sehingga defisit bisa ditutup tanpa harus berutang.

Baca Juga  Rapat Paripurna Ke-13, DPRD Bali Dengarkan Jawaban Gubernur Terkait Revisi Perda Nomor 6 Tahun 2023

Selain itu, pandangan Fraksi Partai Golkar yang dipaparkan I Wayan Gunawan menyebut, meski peningkatan pendapatan daerah yang telah disebutkan sebelumnya dinilai positif, mereka menyoroti penurunan signifikan pada belanja modal. Berdasarkan nota keuangan, alokasi belanja modal turun Rp 158,9 miliar menjadi Rp 849 miliar lebih.

Padahal, menurutnya, belanja modal seharusnya menjadi instrumen penting dalam memperkuat pelayanan publik dan pembangunan jangka panjang. “Menurut hemat kami, tujuan belanja modal adalah untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan publik, melalui ketersediaan fasilitas pemerintah daerah serta diharapkan dapat memberikan manfaat untuk jangka panjang,” ujarnya.

Fraksi Golkar juga mempertanyakan belum adanya alokasi anggaran untuk program ‘Satu keluarga satu sarjana’ yang dinilai mendapat respons luar biasa dari masyarakat Bali. Mereka juga meminta penjelasan mengenai efektivitas layanan Trans Metro Dewata yang dianggarkan Rp 57 miliar dalam perubahan APBD.

Kritik lain juga diarahkan pada penurunan anggaran sejumlah urusan pemerintahan penting. Dalam bidang pendidikan, alokasi belanja turun sekitar Rp 39 miliar. Badan Penanggulangan Bencana juga mengalami penurunan Rp 4,4 miliar, serta Dinas Komunikasi dan Statistik yang turun signifikan dari semula Rp 390 milyar menjadi Rp 243 milyar lebih.

Fraksi Demokrat-Nasdem yang dibacakan oleh I Gusti Ayu Mas Sumatri menilai proyeksi pendapatan terlalu rendah dibandingkan realisasi tiga tahun terakhir. Karena itu, fraksi mengusulkan penggunaan metode perencanaan berbasis data historis, seperti time series analysis, untuk menyusun proyeksi yang lebih akurat.

Ia juga menyoroti lonjakan belanja operasional sebesar Rp 500 miliar lebih yang dinilai tidak sesuai dengan semangat efisiensi belanja negara. Mereka meminta agar tenaga kontrak yang telah lama mengabdi, termasuk sopir dan tenaga kebersihan, diakomodasi dalam pengangkatan ASN atau PPPK.

Baca Juga  Fraksi PDIP DPRD Bali Apresiasi Capaian WTP Ke-12, Soroti Evaluasi Program dan Keterlibatan Masyarakat

“Masih ada sisa yang belum diangkat yang SK-nya sebagai sopir, penjaga malam, dan tenaga kebersihan, padahal masa pengabdiannya mungkin ada yang di atas lima belas tahun,‘‘ katanya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Disambut Meriah di Jembrana, Istana Puji Antusiasme Warga: Luar Biasa!

Published

on

By

Presiden Prabowo Subianto disambut antusias warga Jembrana saat groundbreaking proyek PLTS Gilimanuk berkapasitas 100 Gwp di Kelurahan Gilimanuk, Jembrana.
ANTUSIAS: Presiden Prabowo Subianto disambut antusias warga Jembrana saat groundbreaking proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Gilimanuk berkapasitas 100 Gwp, di Kelurahan Gilimanuk, Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Istana Kepresidenan mengapresiasi luar biasa atas antusiasme dan sambutan hangat warga Kabupaten Jembrana, Bali, saat menyambut kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dalam rangka groundbreaking proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Gilimanuk berkapasitas 100 Gwp, di Kelurahan Gilimanuk, Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).

Ribuan warga lokal hingga anak-anak sekolah memadati sepanjang rute dari lapangan Gilimanuk tempat pendaratan Heli Kepresidenan sampai dengan Monumen Lintas Laut tempat dilaksanakannya groundbreaking.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya disela obrolan singkat bersama Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan menyatakan rasa terima kasihnya atas ketertiban dan energi positif yang ditunjukkan masyarakat Jembrana. Istana menilai suasana hangat tersebut mencerminkan kedekatan yang kuat antara pemimpin dan rakyatnya.

Bupati Kembang pun menyambut baik apresiasi dari pihak Istana tersebut. Ia menegaskan bahwa antusiasme warga merupakan bentuk rasa bangga dan kerinduan masyarakat terhadap hadirnya orang nomor satu di Indonesia di tanah Mekepung tersebut.

“Kami sangat bersyukur dan terharu melihat antusiasme masyarakat Jembrana. Kehadiran Bapak Presiden membawa angin segar dan harapan baru bagi kemajuan daerah kami, khususnya di bidang infrastruktur dan ekonomi daerah,” ujar Bupati Kembang.

Ia menambahkan, pemerintah daerah dan seluruh warga Jembrana siap mendukung penuh agenda strategis nasional yang tengah digulirkan pemerintah pusat di Jembrana, Bali. Menurutnya, sinergi antara pusat dan daerah menjadi kunci utama percepatan pembangunan di Bali Barat.

“Apresiasi dari Istana ini milik seluruh warga Jembrana. Ini membuktikan bahwa keterlibatan dan keramahan warga kita mendapat tempat tersendiri di hati Bapak Presiden,” pungkasnya.

Disisi lain, kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto di Jembrana ini dalam rangka groundbreaking proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) raksasa berkapasitas 100 (Gwp),

Baca Juga  Rapat Paripurna Ke-13, DPRD Bali Dengarkan Jawaban Gubernur Terkait Revisi Perda Nomor 6 Tahun 2023

Pengembangan PLTS skala masif ini menjadi tonggak sejarah baru. Tidak hanya mempercepat transisi energi bersih nasional, proyek ini menjadi jawaban mutlak bagi kemandirian energi di Bali.

Peresmian PLTS Gilimanuk menjadi bagian dari peluncuran dan groundbreaking program PLTS yang tersebar di 14 lokasi.

PLTS Gilimanuk dikembangkan untuk mengurangi ketergantungan sistem kelistrikan Bali terhadap pembangkit berbahan bakar minyak (BBM). PLTS Gilimanuk akan memiliki kapasitas pembangkitan sebesar 100 Gwp, sementara BESS yang disiapkan memiliki kapasitas 1.000 megawatt hour (MWh).

Dengan kapasitas tersebut, PLTS Gilimanuk diproyeksikan mampu menghasilkan energi listrik sekitar 470 gigawatt hour (GWh) per tahun.

Turut hadir pada kesempatan itu, Menteri Kabinet Merah Putih, Kapolri, Wakil Pangloma TNI, Direktur Utama PLN beserta jajaran, Gubernur Bali beserta Forkopimda Prov dan Kabupaten Jembrana serta instansi terkait. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bunda PAUD Gianyar Monitoring Penguatan Transisi PAUD ke SD, Tekankan Pendidikan Ramah Anak

Published

on

By

Bunda PAUD Kabupaten Gianyar Ny. Dr. Surya Adnyani Mahayastra melakukan monitoring Penguatan Transisi PAUD ke SD Kelas Awal di SD Genta Saraswati Gianyar.
MONITORING: Bunda PAUD Kabupaten Gianyar melakukan monitoring Penguatan Transisi PAUD ke SD Kelas Awal di SD Genta Saraswati Gianyar dan SD Kiddos Elementary School, Rabu (26/8). (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Bunda PAUD Kabupaten Gianyar melakukan monitoring Penguatan Transisi PAUD ke SD Kelas Awal di SD Genta Saraswati Gianyar dan SD Kiddos Elementary School, Rabu (26/8).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan proses transisi dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ke jenjang Sekolah Dasar (SD) berjalan secara menyenangkan, bertahap, dan sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak.

Monitoring juga dirangkaikan dengan kegiatan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Suasana peringatan kemerdekaan di lingkungan sekolah turut dimanfaatkan sebagai sarana menanamkan nilai nasionalisme, kebersamaan, serta semangat gotong royong kepada anak-anak sejak usia dini.

Melalui Penguatan Transisi PAUD ke SD Kelas Awal, satuan pendidikan didorong untuk menciptakan lingkungan belajar yang ramah anak, sehingga peserta didik dapat beradaptasi dengan suasana sekolah dasar tanpa tekanan dan tetap menikmati proses belajar.

Bunda PAUD Kabupaten Gianyar, Ny. Dr. Surya Adnyani Mahayastra, mengatakan monitoring dilakukan untuk melihat secara langsung pelaksanaan penguatan transisi dari PAUD ke jenjang SD sekaligus memantau perkembangan anak-anak di lingkungan sekolah.

“Kami mengunjungi dan melihat langsung untuk memantau anak-anak, sekaligus memonitor pelaksanaan penguatan transisi PAUD ke SD kelas awal. Setiap tahun kami memiliki program MPLS di tujuh kecamatan,” ujar Surya Adnyani.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Gianyar memberikan perhatian terhadap sektor pendidikan secara menyeluruh, mulai dari jenjang TK dan PAUD hingga pendidikan dasar, baik sekolah negeri maupun swasta.

“Ini bukan saingan, tetapi bagaimana kita bersama-sama menyediakan pendidikan kepada anak-anak Gianyar. Kita patut bangga karena pondasi generasi bangsa dimulai dari pendidikan tingkat PAUD hingga jenjang berikutnya,” ungkapnya.

Baca Juga  Fraksi PDIP DPRD Bali Apresiasi Capaian WTP Ke-12, Soroti Evaluasi Program dan Keterlibatan Masyarakat

Dalam monitoring tersebut, Surya Adnyani juga melihat secara langsung bagaimana proses transisi anak dari PAUD menuju SD berlangsung. Menurutnya, komunikasi antara orang tua, anak, dan guru menjadi hal penting dalam mengetahui perkembangan serta kebutuhan masing-masing anak.

Ia juga mendorong penerapan tujuh kebiasaan anak indonesia hebat untuk membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia. Tujuh kebiasaan tersebut meliputi Bangun Pagi, Beribadah, Berolahraga, Makan Sehat dan Bergizi, Gemar Belajar, Bermasyarakat, serta Tidur Cepat. Selain itu, orang tua juga diingatkan untuk mengawasi dan mengontrol penggunaan teknologi, khususnya telepon seluler, agar tidak mengganggu tumbuh kembang dan proses belajar anak.

Surya Adnyani menegaskan, pendidikan anak usia dini perlu dilaksanakan secara holistik dan integratif dengan memperhatikan berbagai kebutuhan dasar anak, termasuk pendidikan, kesehatan, dan pemenuhan gizi. Pelayanan tersebut diberikan tanpa membedakan anak, termasuk anak berkebutuhan khusus atau dalam pendidikan inklusif.

“PAUD holistik integratif bukan hanya berbicara tentang pendidikan, tetapi juga pemenuhan layanan dasar anak, termasuk kesehatan dan kebutuhan gizinya. Semua anak harus mendapatkan perhatian dan kesempatan yang sama, baik anak yang berkembang secara umum maupun anak dalam pendidikan inklusif,” jelasnya.

Selain itu, Surya Adnyani juga menegaskan bahwa kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) tidak menjadi persyaratan wajib bagi anak untuk masuk SD dan tidak seharusnya menjadi beban bagi peserta didik di kelas awal. Proses pembelajaran perlu dilakukan secara bertahap, menyenangkan, dan disesuaikan dengan tahap tumbuh kembang anak.

Berbagai program turut mendukung penguatan transisi PAUD ke SD di Kabupaten Gianyar. Program tersebut antara lain Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Gelari Gianyar Wajar (Gerakan Gianyar Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah), Bunda Sayang Anak Inklusif (SAINS), Seragam Gratis PAUD Negeri (SERGAP NEGRIKU), Bunda Gianyar Pandai, Pemberian Makanan Tambahan Gizi Seimbang Stunting Berkurang (PMT GIRANG), penerbitan Komik 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, pemberian sarana penunjang pembelajaran serta field trip atau pembelajaran di luar kelas.

Baca Juga  Pimpinan dan Anggota DPRD Bali Ucapkan Rahajeng Rahina Galungan dan Kuningan

Dalam kesempatan tersebut, turut diberikan bantuan sarana penunjang pembelajaran berupa tas sekolah, tumbler, dan kotak makan kepada 100 anak, serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak inklusif. Berbagai program tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Gianyar dalam menciptakan layanan pendidikan yang ramah anak, inklusif, sehat, dan menyenangkan sejak jenjang PAUD hingga sekolah dasar. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Lomba Mewarnai dan LKBB Tongkat Ramaikan Rangkaian Hari Pramuka di Buleleng

Published

on

By

Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Buleleng menggelar Lomba Mewarnai bagi Pramuka Siaga dan Lomba Ketangkasan Baris-berbaris Tongkat bagi Pramuka Penggalang di GOR Bhuana Patra.
LOMBA: Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Buleleng saat menggelar Lomba Mewarnai bagi Pramuka Siaga serta Lomba Ketangkasan Baris-berbaris (LKBB) Tongkat bagi Pramuka Penggalang dalam rangka peringatan Hari Pramuka ke-65 pada Rabu (26/8) pagi bertempat di GOR Bhuana Patra. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Buleleng menggelar serangkaian kegiatan menarik dalam rangka peringatan Hari Pramuka ke-65. Salah satunya pada Rabu (26/8) pagi bertempat di GOR Bhuana Patra, semarak kreativitas dan kedisiplinan berpadu lewat digelarnya Lomba Mewarnai bagi Pramuka Siaga serta Lomba Ketangkasan Baris-berbaris (LKBB) Tongkat bagi Pramuka Penggalang.

Ketua Panitia Made Suartha saat ditemui di sela-sela kegiatan membeberkan bahwa kegiatan pagi ini diikuti oleh Pramuka Siaga yaitu adik-adik tingkat sekolah dasar dari sembilan kecamatan di Buleleng. Sebanyak 82 orang peserta yang mendaftar secara online tumpah ruah di GOR Bhuana Patra menuangkan imajinasi dan ekspresi kreatif mereka dalam Lomba Menggambar.

Menurut Suartha, ajang ini disiapkan sebagai wadah penyaluran kreativitas dengan sistem penilaian terpisah antara regu putra dan putri, konsisten dengan prinsip satuan terpisah di tubuh Pramuka.

Di arena terpisah, ketegangan dan kekompakan tersaji lewat LKBB Tongkat yang melibatkan 16 regu Pramuka Penggalang dari tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Mengandalkan tongkat pramuka sebagai instrumen utama, para peserta berlomba memamerkan kelihaian formasi, ketepatan aba-aba, serta keselarasan gerak.

“Tujuan kami mengarahkannya adalah menunjukkan kekompakan mereka, kemandirian mereka, dan kebersamaan mereka. Sehingga dengan kebersamaan dan kemandirian itu, mereka akan memberikan yang terbaik bagi diri mereka sendiri dan lingkungan,” jelas Made Suartha.

Rangkaian agenda Kwarcab Buleleng tahun ini menurutnya merentang dari aksi sosial kemanusiaan hingga adaptasi teknologi digital. Menurutnya, Pramuka dituntut untuk hadir adaptif di tengah dinamika zaman tanpa kehilangan akar karakter kebangsaan.

“Kegiatan eksplor dan berbagai program kami tunjukkan bahwa kegiatan pramuka itu tidak hanya tepuk tangan, tidak hanya berkemah. Itu untuk menemukan kemandirian. Di samping itu pula, kita ada sentuhan dengan teknologi, seperti misalnya turnamen e-Sport Mobile Legends, justru itu yang kita lombakan untuk adik-adik di Penggalang,” kata Made Suartha.

Baca Juga  Fraksi Partai Golkar DPRD Bali Usulkan Koreksi Kerja Sama PKB dan Kontrak Aset Pemprov Bali

Sebelum gelaran lomba hari ini, dirinya mengatakan Kwarcab Buleleng telah lebih dulu menggerakkan roda organisasi lewat peluncuran Bumbu Kemanusiaan serta program Bedah Rumah yang kini telah merampungkan 95 persen pengerjaannya di Desa Banyuseri, Kecamatan Banjar, dan Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt.

Seluruh rangkaian kegiatan padat tersebut, lanjut Suartha, bermuara pada tema besar tahun ini: “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”. Tema ini dipilih bukan tanpa alasan, melainkan sebagai manifestasi nyata peran strategis Pramuka dalam membina anak-anak berkarakter tangguh yang siap menyongsong satu abad Republik Indonesia.

Melalui kombinasi kreativitas seni, penguasaan teknologi digital, ketangkasan baris-berbaris, serta kepekaan sosial, kata Suartha Kwarcab Buleleng membuktikan bahwa tunas-tunas kelapa di Bali utara tidak sedang berjalan di tempat. Mereka tengah memancang sauh, merajut asa, dan menyiapkan langkah paling mantap menuju masa depan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca