Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Tanggapi Postur RAPBD 2025, Fraksi PDI-P DPRD Bali Mohon Pj. Gubernur Cermati SiLPA 2024 Sebesar 1 Triliun Lebih

BALIILU Tayang

:

Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali Ni Made Usmantari menyerahkan pandangan umum Fraksi PDI-P kepada Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya, Senin (21/10/2024). (Foto: Hms DPRD Bali)

Denpasar, baliilu.com – Menanggapi postur RAPBD Semesta Berencana Provinsi Bali TA 2025, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali memohon kepada Pj. Gubernur agar mencermati kembali perkiraan SiLPA Akhir Tahun 2024 sebesar Rp 1,09 triliun lebih.

‘‘Kami Fraksi PDI Perjuangan mohon kepada Pj. Gubernur untuk mencermati kembali perkiraan SiLPA Akhir Tahun 2024 yang menjadi Penerimaan Pembiayaan dalam RAPBD TA 2025,‘‘ ujar Ni Made Usmantari saat membacakan Pandangan Umum Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Bali terhadap Raperda Provinsi Bali tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2025 pada Rapat Paripurna Ke-1 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2024-2025 Senin, 21 Oktober 2024 di ruang sidang utama Kantor DPRD Bali.

Permohonan pencermatan ini, ungkap Ni Made Usmantari, karena penerimaan SiLPA Tahun Lalu sebesar Rp 1,09 triliun lebih ini akan digunakan untuk menutup defisit sebesar Rp 691,11 miliar lebih ditambah dengan pengeluaran pembiayaan untuk penyertaan modal daerah sebesar Rp 158 miliar, dan pembayaran Angsuran Pokok Pinjaman sebesar Rp 243,46 miliar lebih.

Pada kesempatan itu, Usmantari menyampaikan mendukung dan mendorong usaha maksimal Pj. Gubernur untuk meningkatkan PAD Provinsi Bali melalui peningkatan cakupan atau ekstensifikasi dan intensifikasi penerimaan PAD; pengembangan konsep Ekonomi Bali Kerthi yakni sektor pertanian dengan sistem pertanian organik, sektor kelautan dan perikanan, sektor industri manufaktur dan industri berbasis budaya branding Bali, sektor IKM, UMKM, koperasi, sektor ekonomi kreatif dan digital, dan sektor pariwisata, seperti pengoperasian Turyapada Tower; dan Optimalisasi Peran BUMD Pengelolaan BUMD supaya lebih optimal dengan menjalankan prinsip/nilai tata kelola yang baik.

Terhadap turunnya target Pajak Daerah dari Rp 3,2 triliun lebih dalam APBD 2024 menjadi Rp 2,6 triliun lebih dalam RAPBD TA 2025, setelah berlakunya UU No. 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dan PP. No. 35 Tahun 2023 tentang Ketentuan Umum Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Fraksi PDI Perjuangan mohon kepada Pj. Gubenur penjelasannya terhadap target Pajak Daerah dan Belanja Bagi Hasil Pajak Daerah kepada Kabupaten/Kota.

Baca Juga  Pertama Kali Diterapkan di Indonesia, Mahendra Jaya Puji Terobosan Sistem Tol Non Tunai Nirsentuh

Dikatakan, berlakunya UU No. 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali, Fraksi PDI Perjuangan mendorong kepada Pj. Gubernur terhadap implementasi Perda No. 6 Tahun 2023 dengan mencermati target PAD dari Pungutan Wisatawan Asing dalam RAPBD TA 2025 sebesar Rp 250 miliar mengingat angka tersebut sama dengan target dalam Perubahan APBD TA 2024, dimana realisasi PWA selama 8 bulan (7 Februari s.d. 14 Oktober 2024) sebesar Rp 241,488 miliar atau 96,605% dari target.

Berdasarkan data statistik BPS Provinsi Bali 2024, mencatat jumlah Wisman ke Bali Semester I 2024 sebanyak 2.899.080 orang, sehingga dengan perkiraan Tahun 2024 sebanyak 6 juta orang, maka sangat realistis untuk tahun 2025 kunjungan Wisman ke Bali bisa mencapai 6,6 juta orang, sehingga Potensi PAD dari Pungutan Wisatawan Asing Tahun 2025 dengan tarif masih mengacu pada Perda No. 6 Tahun 2023 adalah sebesar Rp 990 miliar (6,6 jt x Rp 150.000).

‘‘Sehubungan dengan hal tersebut, Fraksi PDI Perjuangan mendorong agar target PAD dari Pungutan Wisatawan Asing (PWA) TA 2025 dinaikkan menjadi target yang realistis dengan upaya maksimal, sehingga memberikan motivasi dalam melakukan langkah-langkah lebih progresif, dengan melakukan perbaikan tata kelola dalam sistem pemungutannya,‘‘ ujar Ni Made Usmantari.

Fraksi PDI Perjuangan juga mendukung dan mendorong melaksanakan optimalisasi dan efektivitas Pengelolaan Sistem dan Pengembangan Transportasi Publik yang dikembangkan UPTD Trans Bali/Trans Sarbagita menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), termasuk upaya mengintegrasikan transportasi yang dikembangkan oleh Kementerian Perhubungan melalui operator Trans Metro Dewata (TMD) ke dalam Tran Sarbagita.

Terkait pencairan dana hibah kepada Desa Adat, Fraksi PDI Perjuangan memohon agar dicairkan 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun anggaran, agar dalam penggunaannya dapat lebih efektif dan administrasinya bisa lebih efisien.

Baca Juga  Buka Pelatihan Satpol PP Pariwisata, Mahendra Jaya Minta Kawal Kebijakan Pemerintah pada Destinasi Wisata

Terhadap gangguan ketertiban dan keamanan pariwisata budaya yang terjadi pada saat ini yang menyebabkan terjadinya penurunan nilai (degradasi) pada kawasan suci dan tempat suci, serta pemanfaatan ruang publik seperti pantai untuk kegiatan upacara keagamaan dari gangguan kegiatan usaha pariwisata, Fraksi PDI Perjuangan mohon untuk melakukan pengawasan dan penindakan terhadap pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan dengan memberikan sanksi sesuai hukum yang berlaku.

Terkait pemanfaatan Aset Tanah milik Pemprov Bali di ITDC Nusa Dua luasnya hampir 40 Hektar, mohon kepada Pj. Gubernur melakukan evaluasi dengan melibatkan DPRD. Demikian juga meminta agar melibatkan DPRD untuk melakukan langkah-langkah penuntasan permasalahan kerja sama sewa menyewa dengan pihak ketiga terhadap aset tanah yang bermasalah, seperti Tanah Sertifikat HPL Nomor 1 Desa Kesiman Kertalangu Denpasar seluas 120.450 m2.

Fraksi PDI-P juga memohon agar Pokir DPRD untuk diakomodir dalam proses penyusunan APBD. Demikian juga melibatkan DPRD terhadap pendataan dan pengawasan adanya kampung eksklusif sebagai rumah tinggal oleh komunitas WNA di Bali, dan permasalahan nominee dengan menyusun Perda.

Rapat Paripurna dipimpin Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya didampingi Wakil Ketua II Ida Gede Komang Kresna Budi dan Wakil Ketua III I Komang Nova Sewi Putra, S.E. Hadir Pj. Gubernur Bali SM Mahendra Jaya, segenap Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Bali, Sekda Bali Dewa Made Indra, Kepala Perangkat Daerah Bali, Kelompok Ahli DPRD Bali dan undangan lainnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Tiga Organisasi Media Siber di Bali Serahkan Donasi kepada Korban Gempa NTT

Published

on

By

Ketua SMSI Bali Emanuel Dewata Oja, Ketua JMSI Bali Nyoman Ady Irawan, dan Ketua AMSI Bali Ketut Sutrisna menyerahkan donasi gempa NTT kepada Ketua Pena NTT Bali Agustinus Apollonaris K Daton di Denpasar.
SERAHKAN DONASI: Donasi korban gempa NTT diserahkan langsung Ketua SMSI Bali Emanuel Dewata Oja (dua dari kiri), Ketua JMSI Bali Nyoman Ady Irawan (kiri), dan Ketua AMSI Bali Ketut Sutrisna (kanan) kepada Ketua Pena NTT Bali Agustinus Apollonaris K Daton (dua dari kanan) di Sekretariat Pena NTT Bali, Denpasar, Rabu (26/8/2026). (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bali, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Bali, dan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Bali menyalurkan donasi untuk korban gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Perhimpunan Jurnalis (Pena) NTT Bali, Rabu (26/8/2026).

Donasi diserahkan langsung Ketua SMSI Bali Emanuel Dewata Oja, Ketua JMSI Bali Nyoman Ady Irawan, dan Ketua AMSI Bali Ketut Sutrisna kepada Ketua Pena NTT Bali Agustinus Apollonaris K Daton di Sekretariat Pena NTT Bali, Denpasar.

Masing-masing organisasi menyerahkan bantuan senilai Rp 1 juta, sehingga total donasi mencapai Rp3 juta. Bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas insan pers Bali terhadap masyarakat NTT yang terdampak bencana.

Ketua SMSI Bali Emanuel Dewata Oja mengatakan, komunitas pers tidak hanya berperan menyampaikan informasi, tetapi juga dapat terlibat dalam aksi kemanusiaan.

“Bantuan ini mungkin tidak besar, tetapi kami berharap dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak gempa di NTT. Ini merupakan wujud solidaritas dan kepedulian keluarga besar pers di Bali,” ujar Edo, panggilan akrabnya.

Senada, Ketua JMSI Bali Nyoman Ady Irawan menilai musibah yang terjadi di NTT menjadi panggilan kemanusiaan untuk saling membantu tanpa melihat batas wilayah. Ia menilai musibah di NTT menjadi panggilan kemanusiaan untuk saling membantu tanpa batas wilayah.

“Ketika saudara-saudara kita tertimpa musibah, kepedulian dan gotong-royong menjadi hal yang sangat penting. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Sementara itu, Ketua AMSI Bali Ketut Sutrisna menegaskan bahwa peran media dalam situasi bencana tidak berhenti pada pemberitaan. Media juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membangun kepedulian publik terhadap masyarakat terdampak.

Baca Juga  DPRD Bali Gelar Rapat Paripurna Bahas Raperda Penambahan Penyertaan Modal ke BPD Bali

Ketut Sutrisna yang kerap disapa Centong ini, menegaskan bahwa tanggung jawab media dalam situasi bencana tidak berhenti pada pemberitaan, tetapi juga mencakup upaya membangun kepedulian publik.

“Pers memiliki fungsi menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat, tetapi di sisi lain kita juga memiliki kepedulian sosial. Semoga bantuan ini menjadi bagian dari semangat bersama untuk membantu pemulihan masyarakat terdampak gempa,” tandasnya.

Ketua Pena NTT Bali Agustinus Apollonaris K Daton menyampaikan apresiasi atas kepedulian SMSI, JMSI, dan AMSI Bali. Ia memastikan donasi tersebut akan diteruskan untuk membantu masyarakat NTT yang terdampak bencana.

Ia menyampaikan apresiasi atas kepedulian SMSI, JMSI, dan AMSI Bali. Ia memastikan donasi tersebut akan diteruskan kepada masyarakat NTT yang membutuhkan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada SMSI Bali, JMSI Bali, dan AMSI Bali atas solidaritas yang diberikan. Kepercayaan dan bantuan ini akan kami teruskan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan di NTT,” kata wartawan senior yang kerap disapa Polo ini.

Aksi bersama tiga organisasi perusahaan pers tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa solidaritas kemanusiaan dapat dibangun lintas organisasi, dengan semangat kebersamaan untuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi bencana.

Diberitakan sebelumnya, gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang NTT pada Sabtu (15/8/2026) pukul 05.58 Wita. Pusat gempa berada di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer. Gempa yang dipicu aktivitas Sesar Naik Busur Belakang Flores itu diikuti lebih dari 7.000 gempa susulan.

Berdasarkan data BNPB, bencana tersebut menyebabkan 103 orang meninggal dunia, 1.666 orang luka-luka, dan 185.131 warga mengungsi. Puluhan ribu rumah di sembilan kabupaten/kota juga mengalami kerusakan dengan tingkat ringan hingga berat. (*/bi)

Baca Juga  Rapat Paripurna Ke-32 DPRD Bali, Dengarkan Jawaban Gubernur Terkait Raperda Bale Kerta Adhyaksa

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Respons Cepat Gempa Bumi di NTT, RSUD Wangaya Kirim Petugas Nakes Tangani Korban Bencana

Published

on

By

Tim Emergency Medical Responder RSUD Wangaya Kota Denpasar dikirim menangani korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur.
KIRIMKAN TIM EMR: RSUD Wangaya Kota Denpasar pada 22 hingga 26 Agustus 2026 mengirimkan Tim Emergency Medical Responder (EMR) atau Petugas Medis Tanggap Darurat, merespons kejadian bencana Gempa Bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Merespons kejadian bencana Gempa Bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), RSUD Wangaya Kota Denpasar pada 22 hingga 26 Agustus 2026 mengirimkan Tim Emergency Medical Responder (EMR) atau Petugas Medis Tanggap Darurat.

Tim ini merupakan tim gabungan yang juga terdiri dari tim dari RSUD Payangan Gianyar dan RSUD Singasana Tabanan yang mengirimkan tim pelayanan penanganan bencana di NTT, dimana masing – masing mengirimkan 1 orang dokter umum dan 1 orang perawat.

Dihubungi via telepon, Kepala Unit Humas dan Promosi RSUD Wangaya, AA Ayu Dewi Purnami, Kamis (27/8) menjelaskan Emergency Medical Team (EMT) atau Tim Medis Darurat dari RSUD Wangaya Kota Denpasar yang dikirim menangani korban bencana gempa bumi di NTT terdiri dari dr. I Putu Agus Ari Permana Wibawa dan Ns. I Putu Eka Surya, S.Kep.

“Dalam pelayanan penanganan bencana di NTT kami dijadikan 1 tim dari RSUD Wangaya Kota Denpasar, RSUD Payangan Gianyar dan RSUD Singasana Tabanan. Kami juga melakukan koordinasi dengan HEOC Manggarai dalam hal ini Bapak Kadiskes Kabupaten Manggarai,” ujar Dewi Purnami.

Ditambahkannya, tim RSUD Wangaya ditugaskan di Posko RS Lapangan RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai mengingat RSUD setempat terdampak gempa jadi seluruh pelayanan pasien dilakukan di RS lapangan tersebut yakni penanganan pasien korban gempa dan pasien-pasien lainnya.

Permintaan Tim Medis Darurat ini datang dari Pusat Krisis Kesehatan-Kementerian Kesehatan RI melalui Dinas Kesehatan Provinsi Bali.

“Harapan kami di RSUD Wangaya Kota Denpasar sebagai bagian dari Tim Medis Darurat Bali adalah mampu memberikan respons cepat dan pelayanan medis yang cepat, tepat, efektif, terkoordinasi, serta mengutamakan keselamatan korban dan petugas untuk berupaya menurunkan angka kematian dan kecacatan akibat bencana gempa bumi di NTT ini,” ucapnya. (eka/bi)

Baca Juga  Pimpin High Level Meeting TPID, Pj. Gubernur Bali Tekankan Pentingnya Langkah Strategis Agar Inflasi Tetap Terjaga

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Sinergi Ketahanan Pangan dan Dapur ‘Dashat’ Perkuat Pencegahan Stunting di Kesiman Kertalangu

Published

on

By

Suasana kegiatan pengabdian masyarakat Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar dalam pelatihan kader Posyandu di Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur.
PENGABDIAN: Suasana kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Salah satu rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan kader Posyandu pada Sabtu (22/8). Kegiatan ini melibatkan pemerintah desa dan masyarakat setempat sebagai upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola pangan keluarga secara sehat, aman, dan berkelanjutan.

Kepala Desa Kesiman Kertalangu, I Made Suena, S.T., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat dalam mendukung kesehatan keluarga dan tumbuh kembang anak.

“Kami berharap pengetahuan dan keterampilan yang diberikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, Ketua Tim Pengabdi Poltekkes Kemenkes Denpasar, Dr. I Putu Suiraoka, S.ST., M.Kes., menyampaikan materi mengenai ketahanan pangan keluarga dan pentingnya keamanan pangan rumah tangga. Materi ini menekankan pentingnya ketersediaan pangan yang cukup, beragam, aman, dan sesuai kebutuhan keluarga.

Selanjutnya, I Gusti Ayu Widarti, DCN, M.Kes., menyampaikan materi tentang keamanan pangan dan Dapur Dashat, sekaligus memandu demonstrasi pembuatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Sementara itu, D.A. Agustini Posmaningsih, SKM., M.Kes., memberikan materi mengenai pengelolaan sampah berbasis sumber dan pengolahan sampah organik rumah tangga.

Selain menerima materi, para kader juga mengikuti praktik dan diskusi sebagai upaya memperkuat pemahaman agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan diteruskan kepada masyarakat.

Baca Juga  Komisi I DPRD Bali “Warning” Pelaku Usaha yang Tak Miliki Izin, Pasca-Pembongkaran di Pantai Bingin

Ketua Tim Pengabdi, I Putu Suiraoka, mengatakan bahwa pencegahan stunting membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, termasuk memastikan keluarga memiliki kemampuan dalam menyediakan pangan bergizi, mengolah makanan secara aman, serta menciptakan lingkungan rumah tangga yang sehat.

“Ketahanan pangan, keamanan pangan, pemenuhan gizi, hingga lingkungan yang sehat merupakan bagian yang saling berkaitan. Melalui penguatan kader dan masyarakat, kami berharap upaya pencegahan stunting dapat dimulai dari keluarga dan berkelanjutan di tingkat desa,” jelasnya.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara Poltekkes Kemenkes Denpasar, Pemerintah Desa Kesiman Kertalangu, kader Posyandu, dan masyarakat dapat terus diperkuat. Dengan keterlibatan aktif seluruh pihak, upaya membangun keluarga sehat dan mencegah stunting diharapkan dapat dilaksanakan secara lebih komprehensif dan berkelanjutan,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca