Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Tindak Lanjut Rekomendasi DPRD Bali, Bangunan Liar di Kawasan Pantai Bingin Segera Dibongkar

BALIILU Tayang

:

liar
RAKER: Komisi I DPRD Provinsi Bali menggelar Rapat Kerja bersama OPD Terkait untuk menindaklanjuti rekomendasi DPRD Provinsi Bali terkait bangunan liar di kawasan Pantai Bingin dan Hotel Step Up yang berlangsung di Ruang Rapat Gabungan, gedung DPRD Bali. (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – Menindaklanjuti rekomendasi DPRD Bali terkait munculnya bangunan liar di kawasan Pantai Bingin dan Step Up, Komisi I DPRD Bali kembali menggelar rapat kerja dengan dinas terkait. Rapat kerja yang kelima kalinya ini, akhirnya memastikan bangunan yang melanggar tersebut akan segera dibongkar.

Kepastian itu terungkap saat Rapat Kerja Komisi I DPRD Provinsi Bali bersama dinas terkait yang berlangsung di Ruang Rapat Gabungan Lantai III, gedung DPRD Bali, Kamis (26/6/2025).

Ketua Komisi I DPRD Bali, I Nyoman Budiutama mengatakan, rapat kerja yang kelima kalinya ini untuk mengetahui bagaimana rencana konkret tindak lanjut dari rekomendasi DPRD Bali serta melakukan koordinasi antara Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Badung serta dinas terkait.

Komisi I menegaskan bahwa DPRD Bali akan terus memberikan teguran sesuai dengan Permendagri, dari teguran tertulis yang berakhir dengan pembongkaran. Meskipun demikian, dalam prosesnya tetap mengikuti regulasi peraturan perundang-undangan Nomor 5 Tahun 2023.

“Sesuai dengan rekomendasi DPRD Bali, itu akhirnya akan dibongkar tapi kan sesuai dengan mekanisme. Tidak boleh langsung membongkar,” ujarnya.

Budiutama menuturkan bahwa dalam pelaksanaan pembongkaran tentunya melalui step by step sesuai dengan aturan Permendagri. “Jangan sampai kemudian ada gugatan,’’ jelasnya mengingatkan.

Politisi PDI Perjuangan asal Bangli ini lanjut mengungkapkan, bahwa dari staff ahli DPRD Bali telah menekankan bahwa perusahaan yang ada di kawasan Pantai Bingin dan Step Up sudah melanggar, di antaranya melanggar ketinggian bangunan.

“Itu sudah melanggar RTRW karena keberadaan bangunan di jurang dan sempadan pantai. Bahkan sudah diakui ada kelebihan ketinggian 1,24 meter. Karena itu, berdasarkan penjelasan staff ahli profesor bahwa itu sudah melanggar sempadan pantai dan jurang sehingga tak perlu ada pendalaman lagi,” ucapnya menegaskan.

Baca Juga  Jawab Pandangan Umum Fraksi DPRD, Pemprov Bali Tegaskan Komitmen Perkuat Tata Kelola Keuangan Daerah

Namun, Budiutama tidak menampik atas penertiban bangunan di kawasan Pantai Bingin dan Step Up ini akan berdampak sosial adanya PHK terhadap para pekerja disana.

“Memang ada dampak sosial PHK. Kalau dari awal sudah memikirkan tenaga kerja kan dari awal mestinya sudah ikuti aturan yang sudah ada, jelas akan ada PHK. Solusinya pihak pemerintahlah yang harus hadir,” katanya.

Sementara itu, Kasatpol PP Provinsi Bali, I Dewa Nyoman Rai Darmadi menuturkan saat ini pihaknya sudah menindaklanjuti rekomendasi, dan bahkan sebelum rekomendasi sudah turun langsung melakukan penindakan administrasi.

“Bersama tim terpadu, kami memang sepakat untuk melakukan pendalaman ulang. Sebelumnya dalam 4 bulan lalu belum ditemukan permasalahan. Tetapi setelah pendalaman menemukan ketidaksesuaian. Disana memang ada kelebihan ketinggian bangunan di Step Up,” ujarnya.

Lebih lanjut di kawasan Pantai Bingin, ia menjelaskan terdapat 46 perusahaan yang beroperasi disana.

“Kami sudah menyampaikan penghentian usahanya. Kami sudah melayangkan surat kepada Kasatpol PP Badung untuk menyiapkan alat berat maupun pembiayaan untuk dilakukan eksekusi,” tuturnya.

Dewa Darmadi lanjut memaparkan bahwa Satpol PP Provinsi telah melayangkan surat SP 1 untuk melakukan pengosongan tempat usaha. Ia berharap pembongkaran bangunan dilakukan secara mandiri.

“Tetapi kalau belum juga melakukan pembongkaran mandiri, kami akan melakukan pembongkaran secara manual,” ujarnya.

Dewa Darmadi menerangkan bahwa sesuai mekanisme, 7 hari setelah tanggal 27 ini akan dilakukan pembongkaran. “Mudah-mudahan setelah 7 hari ke depan bisa dieksekusi,” ucapnya.

Sedangkan, Kasatpol PP Kabupaten Badung, I Gusti Agung Ketut Suryanegara mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan eksekutif.

“Setelah turunnya rekomendasi ini, Bapak Bupati didatangi warga. Kesimpulan dari penerimaan warga adalah supaya melakukan pembongkaran mandiri. Sebelum pemerintah melakukan pembongkaran, mereka menyepakati dan menyetujui untuk melakukan pembongkaran mandiri di Pantai Bingin,” katanya.

Baca Juga  Fraksi Gerindra-PSI DPRD Bali Tekankan Pentingnya Perencanaan Berbasis Kebutuhan pada RPJMD Bali 2025-2029

Namun jika mengingkari untuk melakukan pembongkaran mandiri, pihaknya telah meminta persetujuan permohonan pembukaan anggaran untuk dilakukan penyiapan tenaga penindakan.

“Di anggaran kita yang ada itu tersedia sekitar 600 juta lebih. Tetapi tidak semua kita pakai. Nanti sesuai dengan penghitungan dan kos tenaga kerja,” ucapnya.

Suryanegara menekankan bahwa Pemkab Badung siap untuk melakukan eksekusi. “Untuk di Step Up, kami menunggu kajian dari perangkat daerah lain, dan dari Step Up. Apabila tidak ada respons kami akan mengambil langkah-langkah penindakan, dan paling terakhir akan dilakukan pembongkaran.  Kami sudah mendapat persetujuan dari pimpinan untuk melakukan langkah-langkah untuk di Pantai Bingin dan Step Up,” tutupnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp 3,091 Miliar

Published

on

By

Stand UMKM Buleleng Festival 2026
Suasana stand UMKM pada pelaksanaan Buleleng Festival 2026. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pelaksanaan Buleleng Festival 2026 resmi ditutup Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna dari Panggung Utama Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja, Minggu (23/8). Selama lima hari penyelenggaraan, festival ini berhasil mencatatkan perputaran ekonomi sebesar Rp 3,091 miliar lebih. Diperkirakan sampai akhir kegiatan, perputaran ekonomi mencapai Rp 3,6 miliar lebih.

Angka tersebut menjadi bukti nyata bahwa produk UMKM lokal Buleleng sangat digemari masyarakat, wisatawan domestik maupun mancanegara. Buleleng Festival 2026 diikuti sebanyak 105 UMKM lokal dari berbagai sektor, antara lain kriya, kuliner, olahan pangan, dan fashion. Para pelaku usaha tersebut tersebar di tiga zona, yakni Zona A sebanyak 48 tenan, Zona B sebanyak 38 tenan, dan Zona C sebanyak 19 tenan.

“Selama enam hari ini masyarakat telah menyaksikan dan merasakan kekayaan seni, budaya, kuliner, dan kreativitas warga Buleleng yang memancarkan energi positif bagi pariwisata dan perekonomian daerah,” ujar Bupati Sutjidra.

Dari sisi ekonomi, Bupati menegaskan festival ini membuka ruang seluas-luasnya bagi pelaku UMKM untuk menampilkan produk kreatif dan kuliner khas Buleleng. Selain itu juga memperkuat jaringan pasar dan memberikan inspirasi bagi generasi muda untuk berkarya. Sementara dari sisi budaya, pemerintah daerah berhasil memfasilitasi pelestarian dan inovasi, di mana tradisi bertemu kreativitas modern sehingga budaya Buleleng tetap relevan dan hidup.

Bupati Sutjidra menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari panitia, seniman, komunitas, pelaku usaha, hingga aparat keamanan dari Polres Buleleng dan Kodim 1609/Buleleng. Apresiasi juga diberikan kepada seluruh perangkat daerah, Kelian Desa Adat Buleleng, Prajuru Banjar Adat, sponsor, relawan, dan seluruh pengunjung yang telah menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan selama festival berlangsung.

Baca Juga  Pimpinan dan Anggota DPRD Bali Ucapkan Rahajeng Rahina Galungan dan Kuningan

“Terima kasih kepada seluruh pengunjung Buleleng Festival yang telah menjaga keamanan, ketertiban dan kebersihan lingkungan, sehingga Buleleng Festival tahun 2026 dapat berjalan nyaman, aman, tertib dan asri,” ucapnya.

Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk membawa semangat “Uriping Rasa” ke kehidupan sehari-hari: terus melestarikan budaya, saling menghargai, memperkuat gotong royong, dan mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan. Pemkab Buleleng juga berkomitmen akan terus mendukung pengembangan kebudayaan dan ekonomi kreatif melalui program-program yang berpihak kepada pelaku seni dan UMKM.

“Semoga hasil dan semangat festival ini memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat Buleleng,” tutup Bupati Sutjidra. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Cegah Kriminalitas dan Trek-trekan, Polsek Dentim Intensifkan Patroli Subuh di Wilayah Denpasar

Published

on

By

Personel Polsek Denpasar Timur melaksanakan patroli subuh di kawasan Renon dan sekitarnya untuk cegah gangguan Kamtibmas.
PATROLI: Polsek Denpasar Timur (Dentim) mengintensifkan kegiatan patroli subuh di sejumlah wilayah yang dinilai rawan gangguan Kamtibmas, Senin (24/8/2026) dini hari. (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap aman dan kondusif pada waktu dini hari, Polsek Denpasar Timur (Dentim) mengintensifkan kegiatan patroli subuh di sejumlah wilayah yang dinilai rawan gangguan Kamtibmas, Senin (24/8/2026) dini hari.

Dipimpin oleh Perwira Pengawas (Pawas) Iptu I Ketut Sudarsana, S.H.,M.H., patroli menyasar sejumlah lokasi, di antaranya kawasan Renon, Jalur 11, Bundaran Renon, Lapangan Bajra Sandhi, Kantor KPU di Jalan Raya Puputan Renon, serta seputaran Jalan Tohpati.

Dalam kegiatan tersebut, personel melaksanakan patroli preventif sekaligus pemantauan terhadap aktivitas masyarakat, khususnya anak-anak muda yang masih berkumpul hingga dini hari. Petugas juga memberikan imbauan Kamtibmas agar tidak mengkonsumsi minuman beralkohol, tidak melakukan aksi trek-trekan, serta mengajak masyarakat untuk kembali ke rumah masing-masing demi menjaga keamanan dan ketertiban.

Kapolsek Dentim AKP I Gusti Ngurah Agung Udiana, S.H.,M.H., mengatakan kegiatan patroli secara rutin dan preventif akan terus ditingkatkan, khususnya pada jam-jam rawan, sebagai upaya memberikan rasa aman kepada masyarakat serta mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas.

“Patroli ini merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi kriminalitas, trek-trekan maupun aktivitas lain yang berpotensi mengganggu Kamtibmas. Kami mengimbau masyarakat, khususnya anak muda, agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban,” ujarnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Jawab Pandangan Umum Fraksi DPRD, Pemprov Bali Tegaskan Komitmen Perkuat Tata Kelola Keuangan Daerah
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bangkitkan Semangat Anak-anak Korban Gempa, Kapendam IX/Udayana Turun Langsung Dampingi Trauma Healing di Manggarai

Published

on

By

Kepala Penerangan Kodam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution berinteraksi dengan anak-anak korban gempa di posko pengungsian Lapangan Golo Congo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.
TRAUMA HEALING: Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution turut hadir dan berinteraksi langsung dengan masyarakat, melaksanakan trauma healing khususnya anak-anak di posko pengungsian Lapangan Golo Congo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, pada Senin (24/8/2026). (Foto: Pendam IX)

Manggarai, NTT, baliilu.com – Pascabencana gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), prajurit Kodam IX/Udayana terus menunjukkan komitmen dan kepedulian dalam membantu masyarakat terdampak. Tidak hanya dalam penanganan kondisi darurat, prajurit juga hadir memberikan dukungan sosial dan psikologis guna membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana.

Berbagai upaya dilakukan jajaran Kodam IX/Udayana, mulai dari menyiapkan posko pengungsian, memberikan pelayanan kesehatan, mendirikan dapur lapangan, hingga menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat, termasuk menjangkau warga di wilayah pelosok dan lokasi yang sulit diakses. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI AD untuk senantiasa hadir dan membantu masyarakat dalam setiap situasi, khususnya ketika menghadapi bencana.

Sejalan dengan upaya tersebut, Prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 834/WM pada Senin (24/8/2026) melaksanakan kegiatan pembersihan Posko Pengungsian Lapangan Golo Congo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, bersama warga setempat. Kegiatan dilakukan secara gotong-royong untuk menciptakan lingkungan pengungsian yang bersih dan sehat sekaligus meminimalkan risiko munculnya berbagai penyakit selama masyarakat masih berada di lokasi pengungsian.

Tidak berhenti pada aspek kebersihan lingkungan, prajurit Yonif TP 834/WM juga melaksanakan kegiatan trauma healing bagi para korban bencana, khususnya anak-anak. Melalui permainan, interaksi, dan berbagai kegiatan yang membangun suasana positif, prajurit berupaya membantu mengurangi rasa takut dan kecemasan yang dialami masyarakat, sekaligus menumbuhkan kembali semangat dan rasa percaya diri setelah menghadapi bencana.

Di tengah-tengah kegiatan tersebut, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution turut hadir dan berinteraksi langsung dengan masyarakat, khususnya anak-anak di posko pengungsian. Kapendam memberikan motivasi serta mengajak anak-anak untuk tetap bersemangat, bermain, dan tidak larut dalam kesedihan akibat bencana yang mereka alami.

Baca Juga  Ngelawar Bersama DPRD Bali, Jalin Silaturahmi dan Momen Perpisahan

Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution mengatakan, penanganan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga bagaimana memastikan kondisi psikologis masyarakat, terutama anak-anak, mendapat perhatian.

“Pascabencana, kebutuhan masyarakat bukan hanya makanan, tempat tinggal dan pelayanan kesehatan. Kita juga harus memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis mereka, khususnya anak-anak. Karena itu, kegiatan trauma healing menjadi bagian penting untuk membantu mengembalikan rasa aman, keceriaan dan semangat mereka,” ujar Kapendam.

Menurutnya, keterlibatan prajurit dalam berbagai kegiatan di posko pengungsian merupakan bentuk nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat. Kebersihan lingkungan, pelayanan kesehatan, distribusi bantuan hingga pendampingan psikologis dilaksanakan secara terpadu agar masyarakat dapat melalui masa pemulihan dengan lebih baik.

“Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa mereka tidak sendiri. Prajurit Kodam IX/Udayana akan terus hadir bersama masyarakat, membantu sesuai kemampuan dan kewenangan yang dimiliki. Semangat gotong-royong seperti yang kita lihat hari ini menjadi kekuatan penting dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana,” tegasnya.

Kegiatan tersebut sekaligus mencerminkan semangat Kemanunggalan TNI dan rakyat, di mana prajurit bersama masyarakat bahu-membahu menjaga lingkungan, memberikan dukungan dan membangun kembali optimisme di tengah situasi pascabencana. Kehadiran prajurit di posko pengungsian diharapkan tidak hanya memberikan bantuan secara nyata, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan keyakinan bahwa masyarakat terdampak akan terus mendapatkan perhatian hingga proses pemulihan berjalan secara optimal. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca