Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

‘Heneng Hening’ Desa Adat Sala Abuan Bangli, Ikmah di Balik Covid-19

BALIILU Tayang

:

de
BANDESA ADAT SALA ABUAN BANGLI KETUT KAYANA

SEBAGAI daerah sejuk dengan lahan pertanian dan perkebunan yang luas, warga masyarakat Desa Adat Sala, Desa Abuan Kabupaten Bangli sebagian besar hidup dari hasil pertanian. Namun tidak sedikit yang memilih sebagai perajin dan juga mencoba merantau menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). Sedikitnya ada 60 orang warga Sala menjadi PMI.

Desa Adat Sala semakin hidup manakala Pura Taman Pacampuhan yang dikeramatkan sejak zaman tetuanya ditata asri. Terlebih lagi Desa Adat Sala ditetapkan sebagai Desa Wisata tahun 2017 semakin menarik minat masyarakat untuk datang ke mata air yang dipercaya sebagai tempat pengelukatan sahananing mala. Pemedek atau tamu yang datang tidak saja warga daerah Bali tetapi juga wisatawan mancanegara.

Kehadiran tempat pengelukatan yang semakin ramai dikunjungi pemedek dan wisatawan membuat krama adat Sala begitu sumringah dalam menapaki keseharian, bergelut sebagai petani, perajin, terlebih lagi PMI yang merasa nyaman bekerja meninggalkan orangtuanya yang merasakan denyut perekonomian di kampungnya semakin hidup. Begitu juga menyongsong upacara piodalan di pura-pura di Desa Adat Sala yang disambut penuh suka cita.

Namun wabah pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) yang menyerang dunia, Indonesia dan juga Bali telah mengubah segala-galanya. Semakin terpuruk ketika awal Mei terjadi transmisi local di Desa Abuan membuat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Provinsi Bali gencar melakukan rapid test kepada warga Desa Abuan Bangli.

Desa Adat Sala merupakan salah satu dari 3 desa adat yang ada di Desa Dinas Abuan. Paling selatan Desa Adat Serokadan,sebelah utaranya Desa Adat Abuan dan paling utara Desa Adat Sala, yang berjumlah 556 KK, atau 1.838 jiwa.

Baca Juga  Kasus Positif Transmisi Lokal Stagnan di Bali, Gubernur Bali Wayan Koster: Penanganan Covid-19 Sudah Baik

Dari hasil rapid test,  2 orang dinyatakan positif Covid-19 namun sudah sembuh dan kembali pulang ke rumah dan 1 orang lagi sedang dikarantina.

Gugus Tugas pun akhirnya menetapkan Desa Adat Abuan dikarantina local sejak 2 Mei hingga 15 Mei. Bagi Desa Adat Sala, karantina local (isolasi) ini disebutnya sebagai Ngeneng Ngening.

Bandesa Adat Sala Ketut Kayana menuturkan heneng hening biasa dilakukan saat ada wabah atau sasab merana untuk menghindari wabah semakin meluas. Neng artinya sepi, kosong. Ning artinya jernih, suci. Ngeneng ngening artinya dalam sepi kita mendapat keheningan, dalam keheningan kita mendapat kesucian, dalam kesucian kita menemukan Yang Maha Suci, Ida Hyang Mahakawi.

‘’Dalam konteks pandemi Covid-19 sekarang, heneng hening sepadan dengan istilah karantina,’’ terang Ketut Kayana.

Istilah heneng hening, papar Ketut Kayana sengaja dikedepankan untuk menghindari punahnya kearifan lokal Bali. Heneng mengajak krama tetap tinggal di rumah, menepi dan menyepi. Sedangkan Hening menuntun krama sambil di rumah senantiasa ngerastiti bakti kepada Bhatara Kawitan dan Hyang Widhi Wasa.

Selama 14 hari masa heneng hening, krama adat Sala begitu patuh. Tunduk pada titah guru wisesa  dan bakti pada kearifan local yang diyakini mampu melebur sahananing mala. Saat heneng hening, krama Desa Adat Sala tetap mewujudkan rasa bakti, menggelar upacara piodalan di Pura Puseh, Pura Bale Agung, Pura Taman Pacampuhan, Pura Dalem Kayangan Tiga, dan Pura Prajapati.

Namun  seperti yang disampaikan bandesa Ketut Kayana, piodalan dilaksanakan ararisan (1 hari) yang dipuput oleh sulinggih disertai pemangku, peduluan, serati banten dan sinoman yang jumlah keseluruhannya tidak lebih dari 25 orang. Krama melakukan persembahyangan dari rumahnya masing-masing dan tirta pengelukatan serta tirta wangsuhpada diantar oleh sinoman ke masing-masing lawangan (pintu gerbang rumah) krama.

‘’Semua berjalan lancar. Jadi di Desa Adat Sala sangat dihindari ngencak karya atau tidak melakukan karya (piodalan). Semua dudonan dilakukan dalam skala yang kecil,’’ pungkas Ketut Kayana.

Baca Juga  Update Covid-19 Senin (4/5) PDP 643 Orang, Gubernur Koster: Tak Terapkan PSBB, Penanganan Covid-19 Tunjukkan Hasil Lebih Baik

Kesuntukan krama adat Sala melakukan heneng hening menumbuhkan semangat baru bagi warganya. Tidak saja bersatu padu melawan Covid-19 dengan selalu melakukan upaya pencegahan, baik memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir, menerapkan social dan physical distancing juga menumbuhkan semangat gotong-royong yang semakin kuat.

Seperti yang dituturkan Ketut Kayana, pandemi Covid-19 telah menorehkan duka bagi warga masyarakat. Kami tidak lagi melihat suka cita, suka ria anak-anak bermain sepeda di jalan. Kami tidak melihat lagi ibu-ibu yang membawa sesajen beriringan ke pura, kami tidak melihat warga petani bertopi kopyah ke sawah, juga tidak melihat para pemedek dan wisatawan yang saban hari  berkunjung ke Pura Taman Pacampuhan. Pemandangan yang sangat indah nan harmonis  itu tidak ditemukan lagi. ‘’Apa pun itu, karena ini merupakan anugrah kami menerima dengan lapang dada,’’ ungkap Ketut Kayana berserah.

Namun, ikmah di balik Covid-19 ini, Ketut Kayana merasakan tumbuhnya semangat kegotongroyongan. Kami merasakan sekali bagaimana antusias teman-teman, pihak- pihak lain, kelompok masyarakat di sekitar kami berduyun-duyun membantu kami dengan bantuan sembako. Begitu juga krama adat kini semakin menghargai kebersihan, berperilaku hidup bersih dan sehat.

de
BANDESA ADAT SALA KETUT KAYANA: Mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan kepada warga adat Sala.

Untuk itu, Ketut Kayana mewakili krama adat Sala mengucapkan banyak terimakasih kepada teman-teman, kelompok masyarakat dari mana pun, semua pihak yang telah membantu kami sehingga kami lebih tegar menghadapi pandemi Covid-19. Mudah-mudahan pandemi Covid-19 ini berlalu dan tidak pernah terulang lagi di masa yang akan datang. (gs)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Lovina Festival 2026 Resmi Dibuka, Bupati Buleleng Tegaskan Kolaborasi dan Inklusivitas sebagai Kunci Penguatan Pariwisata Bali Utara

Published

on

By

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra memukul cengceng di main stage Pantai Lovina saat pembukaan Lovina Festival 2026.
LOVINA FESTIVAL: Lovina Festival 2026 resmi dibuka Jumat (24/7) dengan pemukulan cengceng di main stage kawasan Pantai Lovina oleh Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Lovina Festival 2026 resmi dibuka Jumat (24/7) dengan pemukulan cengceng di main stage kawasan Pantai Lovina oleh Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra. Mengusung tema Theatre of Dolphins, festival tahun ini hadir dengan semangat baru berupa kolaborasi lintas daerah dan keterlibatan komunitas yang lebih luas untuk memperkuat posisi Bali Utara di peta pariwisata dunia.

Dalam sambutannya, Bupati Sutjidra menegaskan bahwa Lovina Festival bukan sekadar agenda tahunan. Festival ini telah menjadi panggung kebanggaan Kabupaten Buleleng untuk menampilkan kekayaan budaya, kreativitas, serta potensi pariwisata Bali Utara kepada dunia.

“Kami mengajak seluruh pelaku pariwisata di kawasan Lovina untuk terus memperkuat kolaborasi dan sinergi. Kami menyadari sepenuhnya bahwa tanpa dukungan dan partisipasi aktif dari para pelaku pariwisata, baik pengelola hotel, restoran, pemandu wisata, hingga pelaku usaha lainnya, pelaksanaan Lovina Festival 2026 tidak akan dapat berjalan dengan lancar,” ujar Bupati Sutjidra.

Apresiasi khusus disampaikan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat dan pelaku usaha menjadi fondasi utama agar festival dapat memberi dampak nyata.

Tahun ini, Lovina Festival menghadirkan pembeda utama. Pemerintah Kabupaten Buleleng membangun kolaborasi lintas OPD se-Bali. Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dari seluruh kabupaten/kota di Bali, serta Kabupaten Banyuwangi, bersinergi mempromosikan Lovina Festival 2026.

“Kolaborasi ini bukan hanya untuk memperkenalkan Lovina atau Buleleng semata, tetapi juga untuk memperkuat posisi Bali sebagai destinasi pariwisata yang utuh, beragam, dan saling terhubung. Ini adalah wujud nyata semangat kebersamaan dalam membangun pariwisata yang berkelanjutan dan berdaya saing,” tegas Sutjidra.

Semangat inklusivitas juga menjadi sorotan. Festival tahun ini merangkul berbagai komunitas, mulai dari komunitas pelari, fotografer, pelaku tradisi sampi gerumbungan, sanggar seni, hingga musisi dari seluruh Kabupaten Buleleng. Partisipasi beragam komunitas menunjukkan bahwa festival ini adalah milik bersama, ruang kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku kreatif.

Baca Juga  Kasus Positif Transmisi Lokal Stagnan di Bali, Gubernur Bali Wayan Koster: Penanganan Covid-19 Sudah Baik

Pemerintah Kabupaten Buleleng juga memperkenalkan pendekatan baru dalam mengukur dampak ekonomi festival. Pendataan dilakukan melalui pengelompokan target wisatawan berdasarkan kategori UMKM industri dan UMKM lokal. Data yang dihasilkan diharapkan menjadi dasar pemetaan jumlah kunjungan wisatawan dan lama tinggal mereka di Buleleng selama festival berlangsung. Dengan begitu, kebijakan pengembangan pariwisata ke depan dapat lebih tepat sasaran dan berbasis data.

Melalui Lovina Festival 2026 “Theatre of Dolphins”, Pemkab Buleleng berharap mampu menghadirkan pengalaman yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat, memperkuat identitas budaya, serta memperluas jangkauan promosi pariwisata Bali, khususnya Bali Utara.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan acara ini. Semoga Lovina Festival 2026 berjalan lancar, sukses, dan memberikan kesan yang mendalam bagi seluruh pengunjung,” tutup Bupati Sutjidra.

Di tempat yang sama, Ketua Panitia Lovina Festival 2026 sekaligus Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Buleleng, Putu Ayu Reika Nurhaeni, menyampaikan bahwa tema Theatre of Dolphins dipilih untuk menegaskan bahwa kawasan Lovina bukan sekadar destinasi wisata, melainkan sebuah “panggung alam” yang menampilkan harmoni antara laut, lumba-lumba sebagai ikon utama, serta kekayaan seni dan budaya masyarakat lokal.

Dalam laporan yang disampaikan saat pembukaan festival di Pantai Lovina, Reika menjelaskan tema tahun ini mencerminkan kolaborasi antara alam dan manusia.

“Tema ini mencerminkan kolaborasi antara alam dan manusia yang menghadirkan pengalaman wisata yang hidup, dinamis, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, Lovina Festival 2026 dirancang sebagai etalase pariwisata Bali Utara untuk mempromosikan destinasi wisata, budaya, dan potensi unggulan Kabupaten Buleleng kepada wisatawan domestik maupun mancanegara. Konsep festival dibuat lebih terarah agar memberikan pengalaman yang berkesan sekaligus mendorong peningkatan kunjungan wisatawan.

Baca Juga  Konsumsi BBM dan LPG di Bali Naik, Pertamina Siap Layani Masyarakat

Untuk pertama kalinya, kegiatan festival dibagi ke dalam dua segmentasi panggung. Panggung di kawasan Tasikmadu berlangsung pada 24 hingga 26 Juli 2026 dan menyasar wisatawan mancanegara. Sementara panggung di kawasan Binaria berlangsung pada 26 hingga 28 Juli 2026 dengan fokus pada wisatawan domestik.Durasi festival juga diperpanjang menjadi lima hari.

“Perpanjangan ini diharapkan mampu meningkatkan lama tinggal wisatawan serta memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat dan pelaku usaha pariwisata,” ungkapnya.

Reika menyebutkan target kunjungan tahun ini mencapai 25.000 pengunjung selama lima hari pelaksanaan, dengan rata-rata 5.000 kunjungan per hari. Target tersebut disusun sebagai upaya nyata meningkatkan daya tarik Lovina sebagai destinasi unggulan Bali Utara sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Untuk mendukung target tersebut, Lovina Festival 2026 melibatkan lebih dari 250 pengisi acara yang terdiri dari artis nasional dan kolaborasi talenta lokal. Selain itu, festival ini juga melibatkan 82 pelaku UMKM sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sebanyak 44 komunitas dari bidang seni, olahraga, lingkungan, dan industri kreatif turut berpartisipasi aktif menyemarakkan rangkaian kegiatan.

Dari sisi pendanaan, penyelenggaraan didukung melalui tiga sumber utama yaitu Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Buleleng, sponsorship dari pelaku industri pariwisata, serta dukungan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia melalui program Karisma Event Nusantara (KEN).

“Sinergi pendanaan ini mencerminkan komitmen bersama antara pemerintah dan sektor swasta dalam mengembangkan pariwisata daerah secara berkelanjutan,” kata Reika.

Mengacu pada capaian tahun sebelumnya, Lovina Festival 2025 berhasil menarik lebih dari 20.000 pengunjung dengan komposisi 47% wisatawan mancanegara dan 53% wisatawan domestik. Total transaksi ekonomi mencapai lebih dari Rp 600.000.000. Tingkat hunian hotel di kawasan Lovina rata-rata mencapai 82%, bahkan beberapa hotel mencapai 100% selama pelaksanaan kegiatan.

Baca Juga  Update Covid-19 (27/6), Kasus Positif Melonjak Tinggi dalam Sehari Tembus 106 Orang, 102 dari Transmisi Lokal

Capaian itu juga didukung penataan kawasan Lovina yang telah diselesaikan Pemerintah Kabupaten Buleleng. Kini kawasan Lovina tampil lebih indah, asri, aman, dan nyaman bagi pengunjung.

Tahun ini Pemerintah Kabupaten Buleleng optimis Lovina Festival kembali menjadi magnet utama kunjungan wisatawan ke Bali Utara. Optimisme tersebut didukung berbagai destinasi unggulan di sekitar Lovina, mulai dari wisata pantai, air terjun, danau, pegunungan, hingga wisata religi, budaya, dan pusat oleh-oleh.

Turut hadir dalam pembukaan festival, Direktur Poltekpar Bali Ida Bagus Putu Puja, Asisten Perekonomian dan Pengembangan Sekda Provinsi Bali Luh Ayu Aryani, Wakil Bupati Gede Supriatna, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara I Gusti Ngurah Rai Kolonel Pnb David Dwi Martin Warginanto, Ketua DPRD Ketut Ngurah Arya, Anggota DPRD Buleleng, Forum Komunikasi Pimpinan Kabupaten Buleleng, Sekda Buleleng Gede Suyasa, Ketua TP PKK Buleleng Ny. Wardhany Sutjidra, Pimpinan Perangkat Daerah Provinsi Bali dan Kabupaten Buleleng, Camat, Perbekel, Kelian Desa Adat dan undangan lainnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Polisi Selidiki Dugaan Perbuatan Melanggar Kesusilaan terhadap Anak di Lingkungan SD Negeri 3 Kerta

Published

on

By

Situasi SD Negeri 3 Kerta, Desa Kerta, Kecamatan Payangan, Gianyar, pascadugaan kasus perbuatan melanggar kesusilaan terhadap anak.
Situasi SD Negeri 3 Kerta, Desa Kerta, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar pasca dugaan kasus perbuatan melanggar kesusilaan terhadap anak. (Foto: Hms Polres Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Polsek Payangan tengah melakukan penyelidikan atas dugaan perbuatan melanggar kesusilaan terhadap anak yang terjadi di lingkungan SD Negeri 3 Kerta, Desa Kerta, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, yang sempat viral di medsos.

Seijin Kapolres Gianyar , Kapolsek Payangan AKP I Putu Budi Artama, S.H., M.H.,menjelaskan bahwa penyelidikan dilakukan setelah menerima informasi terkait dugaan peristiwa yang sempat beredar di media sosial.

“Berdasarkan hasil penyelidikan awal menerangkan bahwa ada seorang laki-laki yang belum diketahui identitasnya memanggil-manggil korban. Dan juga laki-laki tersebut sempat menawarkan permen kepada beberapa siswa, serta ada juga menjelaskan sempat memperagakan gerakan yang bermuatan asusila. Seluruh keterangan tersebut masih didalami oleh penyidik,” ujar AKP I Putu Budi Artama.

Polsek Payangan telah melakukan pendalaman di lokasi, meminta keterangan dari siswa, pihak sekolah, guru, sekaligus melakukan pengecekan rekaman CCTV di sekitar lokasi. Petugas juga telah melakukan penelusuran dan mengidentifikasi kendaraan yang diduga digunakan oleh laki-laki tersebut.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak berspekulasi ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Apabila ada masyarakat yang mengetahui identitas atau keberadaan orang yang diduga terlibat dalam peristiwa ini, agar segera menyampaikan informasi kepada Polsek Payangan atau Polres Gianyar,” tambah Kapolsek.

Kapolsek juga menegaskan proses penyelidikan masih berlangsung dan akan dilakukan secara profesional, objektif, serta mengutamakan perlindungan terhadap anak sebagai korban sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Pemkot Larang Kapal Pesiar Sandar di Pelabuhan Benoa
Lanjutkan Membaca

NEWS

Sinergi Pemkab Jembrana dengan Swasta, Kembang – Ipat Salurkan Ratusan Seragam bagi Siswa Kurang Mampu

Published

on

By

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan didampingi Wabup I Gede Ngurah Patriana Krisna menyalurkan bantuan seragam sekolah gratis bagi siswa kurang mampu di Jembrana.
SALURKAN BANTUAN: Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan yang didampingi Wabup I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) saat menyalurkan ratusan paket seragam sekolah gratis bagi siswa kurang mampu jenjang PAUD, SD, hingga SMP se-Kabupaten Jembrana pada Jumat (24/7). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Jembrana dalam memajukan dunia pendidikan kembali diwujudkan melalui aksi nyata. Untuk kedua kalinya, Pemkab Jembrana berkolaborasi dengan sektor swasta menyalurkan ratusan paket seragam sekolah gratis bagi siswa kurang mampu jenjang PAUD, SD, hingga SMP se-Kabupaten Jembrana pada Jumat (24/7).

Dalam arahannya, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan yang didampingi Wabup I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) menegaskan bahwa investasi terbaik untuk masa depan Jembrana adalah melalui pendidikan anak-anaknya. Untuk mewujudkan hal tersebut, keterlibatan aktif dunia usaha menjadi kunci penting dalam mempercepat pemerataan akses pendidikan yang layak.

“Membangun Jembrana tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Ketika pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat saling bahu-membahu, masalah sosial seperti keterbatasan biaya sekolah bisa kita selesaikan bersama. Bantuan seragam ini adalah bukti nyata bahwa dunia usaha memiliki kepedulian yang sama besarnya untuk mencerdaskan anak bangsa,” tegas Bupati Kembang.

Lebih lanjut Kembang menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memastikan tidak ada lagi anak di Jembrana yang terancam putus sekolah akibat terkendala biaya operasional harian.

“Kami menyambut baik dan berterima kasih kepada para pelaku usaha yang telah mengalokasikan CSR-nya untuk sektor pendidikan. Ini bukan sekadar membagikan seragam, melainkan menyalakan asa dan rasa percaya diri para generasi penerus Jembrana,” ujar Bupati Kembang.

Sementara itu, Kadis Dikpora Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra menyebut total keseluruhan seragam gratis yang diserahkan sebanyak 138 yang diberikan kepada anak dari keluarga kurang mampu khususnya yang masuk kategori desil 1 dan 2 serta anak yatim piatu.

Adapun rinciannya, PAUD sebanyak 9 anak, SD sebanyak 40 anak dan siswa SMP sebanyak 89 anak.

Baca Juga  Update Covid-19 (29/3) di Bali, PDP 141 Positif 10, Data Pribadi Pasien tak Boleh Diungkap

“Melalui sinergi berkelanjutan ini, Pemkab berharap tingkat putus sekolah dapat ditekan secara signifikan, sekaligus mendorong peningkatan mutu serta pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah kabupaten,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca