Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Komisi II dan III DPRD Bali Gelar Rapat Kolaborasi Multisektor

Dalam Rangka Mengatasi Tantangan dan Peluang Pariwisata Bali

Loading

BALIILU Tayang

:

dprd bali
RAPAT KOLABORASI: Komisi II dan III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali pada Kamis, 23 Januari 2025 menggelar rapat kolaborasi multisektor dalam rangka mengatasi tantangan dan peluang pariwisata Bali yang berlangsung di ruang rapat gabungan lantai III Gedung DPRD Provinsi Bali. (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – Komisi II dan III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali pada Kamis, 23 Januari 2025 menggelar rapat kolaborasi multisektor dalam rangka mengatasi tantangan dan peluang pariwisata Bali yang berlangsung di ruang rapat gabungan lantai III Gedung DPRD Provinsi Bali.

Rapat kolaborasi tersebut dipimpin Ketua Komisi II DPRD Bali Agung Bagus Pratiksa Linggih didampingi Ketua Komisi III Nyoman Suyasa dan anggota komisi di antaranya I Nyoman Laka, Anak Agung Istri Paramita Dewi dan Grace Anastasia Surya Widjaja. Turut hadir Sekwan DPRD Bali I Gusti Ngurah Wiryanata. Dari para stakeholder hadir perwakilan dari Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Dinas Perhubungan Provinsi Bali, PT. Angkasa Pura, Imigrasi, dan Bea Cukai.

Ketua Komisi II DPRD Bali Agung Bagus Pratiksa Linggih usai mendengarkan pemaparan dari para stakeholder terkait tantangan dan peluang pariwsata Bali mengatakan bahwa permasalahan masih terjadi di Bandara Ngurah Rai seperti pada saat high season hari Natal dan Tahun Baru 2025, dimana wisatawan asing yang datang ke Bali harus menghabiskan waktu 2 jam menunggu bagasi baru bisa keluar Bandara. Memang laporan yang diterimanya tidak hanya kesalahan satu pihak. Tetapi ini merupakan ketidakefisienan dari beberapa pihak baik dari maskapai maupun pihak Bandara dan Bea Cukai.

Saat itu, Pratiksa Linggih meminta kejelasan dari pihak Bandara, maskapai dan juga dari Bea Cukai. Menurut penjelasan dari Dirjen Bea Cukai saat itu bahwa pesawat A380 Emirates memang membawa banyak bagasi, sedangkan ruangan di pengecekan itu sempit. Mungkin mesin yang terbatas dan juga personil yang juga terbatas saat itu.

‘’Jadi ini membuat pertanyaan buat saya terus terang. Target kita, bagaimana caranya wisatawan itu dari landing sampai ke luar Bandara itu setengah jam. Karena menurut saya, Singapura enggak kalah strict sama kita, tapi mereka bisa mencapai hal ini,’’ ujar Linggih.

Baca Juga  RDP Pansus TRAP DPRD Bali Hadirkan BTID Bahas Tukar Guling Mangrove BTID 

Oleh karena itu, untuk mencapai target setengah jam ini berapa mesin yang diperlukan dan juga berapa personil yang dibutuhkan. ‘’Dan berapa detik per bagasi yang harus dihabiskan, nah ini yang harus menjadi catatan,‘‘ ucapnya.

Linggih juga mempertanyakan terkait pemberlakuan double checking berapa peningkatan penerimaan pajak dan berapa yang membawa narkoba dan lain-lain yang sudah dihindari dari Bea Cukai dan apakah nilai itu signifikan untuk mengorbankan 7 juta penumpang.

‘’Kalau memang tidak signifikan harus dievaluasi. Kalau ternyata signifikan saya mohon dari Bea Cukai untuk bisa mengajukan alat baru ataupun berkoordinasi dengan Angkasa Pura berkaitan dengan penyediaan ruangan baru, sehingga target setengah jam itu bisa tercapai,’’ tegasnya.

Ketua Komisi II DPRD Bali Agung Bagus Pratiksa Linggih. (Foto: gs)

Politisi Golkar dari dapil Buleleng ini lanjut menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin wisatawan terutama dari Amerika maupun dari negara-negara lain yang cukup jauh yang sudah belasan jam berkorban untuk datang ke Bali disuruh nunggu lagi 2 jam. Terkadang di maskapai tidak ada makanan, terus disuruh nunggu lagi 2 jam tidak ada minum. Kalau misalnya ini harusnya at least mungkin disiapin air mancur yang biasa di Bandara. Paling tidak wisatawan yang nunggu bagasi 2 jam itu bisa minumlah. Belum lagi ditemukan ada beberapa masalah di Bea Cukai otomatis wisatawan itu pasti akan tidak nyaman untuk datang ke Bali.

’’Kita bukan hanya ngomong dalam negeri, pesaing kita Thailand sekarang Vietnam, Philippines dan lain lain. Tidak selamanya (Bali) akan menjadi nomor satu di ASEAN. Jadi saya harap kerja sama antara pihak Bandara, Dinas Pariwisata, Perhubungan ini benar-benar terjalin dengan baik. Karena kalaupun keluar dari Bandara setengah jam tapi keluar dari loket parkirnya bisa 1 jam ini bahaya juga. Percuma investasi alat, personil dan sebagainya tapi kalau jalur keluar dari Bandara itu sendiri macet ujung-ujungnya juga 2 jam juga keluar dari Bandara,’’ ujarnya.

Baca Juga  DPRD Provinsi Bali Mengucapkan Rahajeng Rahina Galungan dan Kuningan

Ia juga mengungkapkan Bandara Ngurah Rai yang hanya punya satu runway. Bisa dibayangkan kalau satu runway ini bermasalah dan lama untuk menyelesaikan masalahnya, berapa potensi pendapatan Bali yang kita harus korbankan. Itu yang harus menjadi pertanyaan kita bersama dan mencari solusinya.

’’Terus terang saya cukup pesimis untuk pariwisata 5 tahun ke depan apabila masyarakat ataupun pemerintah itu tidak bersama-sama untuk menyelesaikan masalah ini. Kalau kita tidak bisa menyelesaikan masalah hari ini, tentu kita tidak akan bisa menyelesaikan masalah besok. Kenapa? Karena masalah besok itu pasti akumulasi dari masalah hari ini. Apalagi kita selalu ngomong oh wisatawan Bali meningkat setiap tahun, justru itu menjadi alarm buat kita. Karena masalah yang sekarang ini belum terselesaikan, apalagi wisatawannya meningkat,’’ tegasnya.

Bagaimana dengan rencana pembangunan bandara di Bali Utara, Pratiksa Linggih menyebutkan membangun bandara baru itu perlu perencanaan. Pembangunan paling cepat 3 sampai 5 tahun. Sedangkan masalah pembangunan subway, berapa tahun lagi jadi. ’’Kalau kita ngomong 3 tahun 4 tahun lagi, masalahnya sudah menumpuk 2-3 tahun, 4 tahun lagi. Solusi jangka pendek jangka menengahnya apa. Jangan hanya kita jual mimpi aja ke masyarakat,’’ katanya.

Linggih menyebutkan solusi jangka pendek mengatasi kemacetan seperti perubahan rute, pengalihan arus lalu lintas, tapi itu hanya sementara. Tapi ini perlu adanya kerja sama multisektor, seperti mengembangkan kawasan pariwisata baru, bukan satu wilayah yang akan menimbulkan macet seperti Canggu. Kemudian mendorong transportasi publik. Pemerintah menyediakan sarana prasarana umum, pejabat yang mencoba itu harus mencoba sebagai rakyat. Kalau perlu dishub menyediakan sarana transportasi umum misalnya, seminggu minimal satu hari semua PNS atau dishub itu naik angkutan umum untuk ke kantor, jadi tahu dimana kurangnya. Setiap minggu ada laporan dan evaluasi. (gs/bi)

Baca Juga  DPRD Bali Gelar Rapat Paripurna, Dengarkan Penjelasan Gubernur tentang Raperda APBD 2026 dan Penyertaan Modal untuk PKB

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Warga Jaga Kebersihan Lingkungan, Dapat Apresiasi Beras 5 Kg dari TP PKK Provinsi Bali

Published

on

By

Ketua TP PKK Bali Tinjau Kebersihan Saat Car Free Day
MONEV: Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster saat meninjau sisi timur Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala, Denpasar, yang digunakan sebagai tempat berjualan saat Car Free Day (CFD), Minggu (6/9) pagi. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Aksi warga menjaga kebersihan lingkungan mendapat apresiasi. TP PKK Provinsi Bali melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu di Kota Denpasar, Minggu (6/9) pagi.

Gerakan ini tidak sekadar mengajak masyarakat menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial serta budaya gotong-royong di tengah masyarakat.

Menariknya, warga yang aktif melaksanakan kegiatan bersih-bersih di telajakan rumah masing-masing mendapatkan apresiasi berupa beras 5 kilogram dari Tim Monev.

Apresiasi tersebut diserahkan oleh Kadis PMD Dukcapil Provinsi Bali I Made Dwi Dewata, Kepala Dinsos P3A Provinsi Bali A.A. Sagung Mas Dwipayani, serta Sekretaris II TP PKK Provinsi Bali I Nyoman Mendra.

Melalui Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu, masyarakat didorong untuk menjadikan kebersihan, gotong-royong, dan solidaritas sosial sebagai kebiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Bukan sekadar bersih-bersih, gerakan ini menjadi upaya menghidupkan kembali semangat gotong-royong, mulai dari lingkungan rumah hingga masyarakat.

Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster meninjau sisi timur Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala, Denpasar, yang digunakan sebagai tempat berjualan saat Car Free Day (CFD).

Ia menyoroti masih banyaknya sampah yang berserakan dan belum mendapat perhatian maksimal. Untuk itu, ia mengajak para pedagang dan masyarakat untuk ikut berpartisipasi menjaga kebersihan, terlebih saat pelaksanaan CFD. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Gubernur Koster Sampaikan Penjelasan Raperda APBD Semesta Berencana 2026 dan Penyertaan Modal untuk Pusat Kebudayaan Bali
Lanjutkan Membaca

NEWS

I Nengah Senantara Tolak Kadin Jadi Lembaga Negara, Soroti Potensi Dualisme  

Published

on

By

Anggota Komisi VI DPR RI I Nengah Senantara menolak usulan Kadin disejajarkan dengan lembaga negara
Anggota Komisi VI DPR RI, I Nengah Senantara. (Foto: dpr.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Anggota Komisi VI DPR RI I Nengah Senantara menolak usulan agar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia disejajarkan atau menjadi bagian dari lembaga negara. Menurutnya, usulan tersebut berpotensi menimbulkan dualisme kewenangan dalam pengambilan keputusan pemerintah.

Nengah menjelaskan, dalam pembahasan terkait Kadin terdapat sejumlah usulan, mulai dari menjadikan Kadin sejajar dengan lembaga negara, sebagai mitra strategis pemerintah, hingga meminta keterlibatan Kadin dalam setiap kebijakan yang diambil pemerintah.

“Yang pertama itu, Kadin ingin disejajarkan dengan lembaga negara. Yang kedua, ada keinginan juga Kadin menjadi partner strategis negara. Dan yang ketiga, Kadin menginginkan bahwa setiap keputusan yang diambil, Kadin harus dilibatkan,” kata Nengah melalui keterangan tertulisnya, di Jakarta, Minggu (5/9/2026).

Politisi Fraksi Partai Nasdem itu menegaskan Komisi VI tidak sepakat jika Kadin masuk ke dalam struktur lembaga pemerintahan. Ia menilai pemerintah telah memiliki kementerian dengan kewenangan masing-masing, termasuk Kementerian Perdagangan yang menangani urusan perdagangan.

“Kita nggak mau Kadin masuk ke lembaga pemerintahan yang justru akan memunculkan dualisme keputusan. Nah, itu kita benar-benar konsen, tidak setuju dengan usulan Kadin itu,” tegasnya dikutip dari laman dpr.go.id.

Meski demikian, ia menyatakan pihaknya tetap memandang Kadin sebagai mitra strategis pemerintah. Menurutnya, posisi tersebut penting untuk menjembatani kepentingan dunia usaha dengan pemerintah, tanpa mencampurkan kewenangan organisasi usaha dengan kewenangan negara.

Di sisi lain, Legislator dari dapil Bali itu juga menolak apabila Kadin harus dilibatkan dalam setiap pengambilan keputusan pemerintah. Ia menilai keterlibatan tersebut perlu ditempatkan secara proporsional agar tidak menggeser kewenangan lembaga negara, termasuk DPR RI.

“Kalau hal ini harus mengikutsertakan Kadin, apalagi dalam bentuk keputusan, itu tentu sama dengan fungsinya DPR. Saya nggak mau itu terjadi, karena lagi-lagi saya katakan ini ada dualisme keputusan,” ujarnya.

Baca Juga  Izin Tak Lengkap, Pansus TRAP DPRD Bali Tutup Resort Mewah Samabe Bali Suites and Villas

Menurutnya, kebijakan negara harus tetap berorientasi pada kepentingan publik dan tidak didominasi oleh kepentingan kelompok tertentu. Kadin sebagai representasi dunia usaha, lanjutnya, tetap memiliki ruang strategis untuk memberikan masukan dalam perumusan kebijakan ekonomi.

“Kita nggak mau keputusan negara, keputusan pemerintah justru dimonopoli oleh pihak-pihak tertentu. Kita berharap negara memutuskan sesuatu berdasarkan kepentingan publik. Ada sosialnya di sana, bukan business oriented,” katanya.

Pandangan tersebut, menurutnya, juga mendapat perhatian dari sejumlah pakar dan akademisi yang hadir dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU). Ia menyebut akademisi dari UGM dan Jember turut menyoroti pentingnya menjaga batas antara peran Kadin sebagai organisasi dunia usaha dan kewenangan pemerintahan.

“Jangan sampai Kadin masuk terlalu jauh ke pemerintahan, sehingga memunculkan dualisme. Ada Menteri Kadin, nanti kita khawatir itu. Atau ada DPR Kadin, kita nggak mau,” tuturnya.

Selain mengenai posisi Kadin dalam pemerintahan, Nengah menyebut mekanisme pemilihan Ketua Umum Kadin turut menjadi perhatian dalam pembahasan RUU tersebut. Ia menegaskan Musyawarah Nasional (Munas) harus tetap menjadi forum tertinggi dalam menentukan kepemimpinan organisasi.

“Yang tertinggi itu adalah Munas. Kalau sudah memutuskan, Munas memutuskan bahwa si A ketuanya, tidak ada lagi intervensi lain,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

HUT Ke-25 STT Yowana Dharma Kertha, Bupati Adi Arnawa Ajak Sekaa Teruna Jaga Adat, Seni dan Budaya

Published

on

By

Bupati Badung Wayan Adi Arnawa menghadiri HUT ke-25 STT Yowana Dharma Kertha di Balai Banjar Bumi Kertha Dalung Permai
HADIRI HUT STT: Bupati Wayan Adi Arnawa saat menghadiri HUT Ke-25 STT Yowana Dharma Kertha di Balai Banjar Bumi Kertha, Perumahan Dalung Permai, Sabtu (5/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) menjadi momentum penting bagi Sekaa Teruna Teruni (STT) Yowana Dharma Kertha, Lingkungan Bumi Kertha, Kelurahan Kerobokan Kaja, Kuta Utara untuk memperkuat komitmen pelestarian adat di tengah heterogenitas masyarakat.

Puncak perayaan HUT Ke-25 sekaligus serah terima jabatan pengurus baru ini ditandai dengan pemotongan kue oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa di Balai Banjar Bumi Kertha, Perumahan Dalung Permai, Sabtu (5/9).

Dalam arahannya, Bupati Wayan Adi Arnawa memberikan apresiasi tinggi terhadap soliditas pemuda setempat. Ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga akar budaya, khususnya di kawasan perumahan padat yang dihuni oleh warga dari berbagai latar belakang.

“Yang terpenting melalui perayaan ini, STT. Yowana Dharma Kertha bisa lebih semangat dalam menjaga adat, tradisi, seni, dan budaya. Terlebih kalian berada di wilayah perumahan Dalung Permai yang masyarakatnya sangat heterogen,” ujarnya.

Tidak hanya urusan kepemudaan, Bupati Badung juga memanfaatkan momen ini untuk merespons langsung keluhan warga terkait polemik fasilitas publik di Dalung Permai. Mulai dari okupasi badan jalan oleh oknum pedagang dan parkir liar, hingga ancaman banjir musiman. Langkah taktis pun langsung diinstruksikan kepada jajaran camat dan lurah setempat.

“Kita sudah rancang Peraturan Daerah untuk menangani permasalahan parkir dan pedagang yang menggunakan badan jalan. Nantinya Dinas Perhubungan yang akan menindak tegas. Selain itu, Bapak Camat mohon segera berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk memetakan titik banjir yang harus segera ditangani, apalagi sekarang sudah memasuki musim hujan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Made Prana Aditya Karya melaporkan bahwa organisasi pemuda yang kini beranggotakan 195 orang tersebut siap menyalurkan kreativitasnya secara positif berkat dukungan penuh jajaran pemerintah. Ia pun berharap regenerasi pengurus baru ini membuat STT Yowana Dharma Kertha semakin kompak dan inovatif.

Baca Juga  Ajukan Judicial Review ke MK, Gerakan Bali SPA Bersatu Mohonkan Usaha SPA Bukan Hiburan

“Mulai bulan Desember 2026 ini, kami sudah bersiap menggarap ogoh-ogoh. Kami sangat berterima kasih karena dana kreativitas ini didukung penuh oleh Bapak Bupati melalui Dinas Kebudayaan Badung,” ungkap Prana Aditya.

Acara ini turut dihadiri oleh anggota DPRD Badung I Wayan Sandra, Kabag Kerja Sama Setda Badung I Made Deddy Sandrawan, Camat Kuta Utara I Nyoman Tirtayasa bersama unsur Tripika, Lurah Kerobokan Kaja I Gusti Agung Ngurah Marhaena Yasana Putra, Kepala Lingkungan Banjar Bumi Kertha Kadek Udyana Putra, Kaling se-Kelurahan Kerobokan Kaja, serta Ketua STT. I Kadek Aditya Yudi Dharma. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca