Connect with us

KRIMINAL

Pedagang Bermobil di Jalan Suli Membandel, Pihak Desa Serahkan ke Satpol PP untuk Ditipiring

BALIILU Tayang

:

de
PEDAGANG BERMOBIL, Pedagang bermobil di badan Jalan Suli disidak Satpol PP Denpasar.

Denpasar, baliilu.com – Selama pandemi Covid-19 banyak pedagang bermobil dan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di pinggir jalan maupun badan jalan. Hal ini bisa terlihat di Jalan Suli yang ada di wilayah Desa Dangin Puri Kangin.  “Berjamurnya pedagang bermobil di pinggir jalan tersebut merupakan dampak Covid-19 karena banyak masyarakat yang di-PHK atau dirumahkan selama pandemi ini masih berlangsung,” ungkap Perbekel Desa Dangin Puri Kangin Wayan Sulatra saat ditemui Rabu (1/7-2020).

Meskipun demikian, Sulatra mengatakan berjualan di sepanjang Jalan Suli sudah salah karena mengganggu lalu lintas, selain itu jalan tersebut merupakan jalan protokol. Supaya tidak ada lagi pedagang yang berjualan di jalan tersebut Pihak Desa Dangin Puri Kangin bersama Linmas dan Kadus di lingkungan wilayah tersebut sudah pernah memberikan imbauan kepada mereka agar tidak berjualan di sepanjang Jalan Suli. “Sebagai jalan protokol kami pihak desa berkewajiban untuk memperhatikan dan menjaga kebersihan dan keamanan di jalan tersebut,” ungkap Sulatra.

Lebih lanjut Sulatra mengaku, dari imbauan yang diberikan ada beberapa pedagang yang melakukan perlawanan bahkan membandel tetap berjualan di jalan tersebut.

Dari pernyataan itu, Sulatra mengaku pihak desa, linmas maupun kepala dusun bukan berarti melarang mereka untuk mencari rejeki. Namun melarang mereka berjualan di jalan tersebut, karena tempat itu bukanlah untuk berjualan.

Sulatra mengaku, saat melakukan pengawasan ada beberapa pedagang  bersedia langsung pergi. Namun mereka kembali lagi ketika petugas telah pergi dari tempat itu. Hal itu diketahui ketika linmas memonitor kembali para pedagang tersebut ternyata mereka kembali lagi dan berjualan disana.

Bagi pedagang yang membandel seperti itu pihaknya telah berkoordinasi kepada Satpol PP Kota Denpasar untuk ditindaklanjuti. Mengingat para pedagang yang berjualan telur, buah, sayur-sayuran merupakan masyarakat luar Denpasar.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Ajak Kader PKK Se-Bali untuk Aktif, Inovatif dan Kreatif di Tengah Pandemi Covid-19

Ia menegakan Jalan Suli merupakan jalan protokol, jangankan pedagang, kebersihan juga menjadi atensi pertama di jalan tersebut. Kalau pihak desa membiarkan pihaknya takut pedagang bermobil makin lama makin menjamur.

Sementara Kasatpol PP Kota Denpasar I Dewa Gede Anom Sayoga mengaku, bahwa pihaknya telah beberapa kali melakukan penertiban di wilayah tersebut. Selain penertiban pihaknya juga memberikan pembinaan dan arahan agar tidak berjualan di jalan tersebut. Setelah pembinaan diberikan ada beberapa pedagang yang tertangkap tangan. “Maka untuk memberikan mereka efek jera maka Satpol PP Kota Denpasar akan melakukan sidang tipiring kepada pedagang yang membandel,” tegas Sayoga. (*/eka)

KRIMINAL

Langgar Perda Ketertiban Umum, Satpol PP Denpasar Tipiring 2 Pengusaha Angkringan

Published

on

By

de
Kasatpol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga saat ikuti sidang Tipiring di persidangan, Rabu (2/12).

Denpasar, baliilu.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar kembali  menggelar sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) di Pengadilan Negeri Denpasar terhadap para pelanggar Perda Ketertiban Umum, Rabu (2/12).

Sidang Tipiring yang dipimpin Hakim I Dewa Made Budi Watsara didampingi  Panitera  I Wayan Catra menjatuhkan hukuman denda sebanyak 200 ribu atau hukuman kurungan 7 hari kepada 2 pemilik angkringan yang melanggar Perda Ketertiban Umum. Hal ini disampikan Kasatpol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga saat ditemui usai persidangan.

Lebih lanjut Sayoga mengatakan, dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19 pelaksanaan Sidang Tipiring ini tetap harus dilaksanakan kepada pelanggar perda. Sebagai upaya atau untuk memberikan efek jera kepada pelanggar dan menciptakan ketertiban di Kota Denpasar.

Semestinya di tengah pandemi Covid-19 masyarakat selain mematuhi protokol kesehatan juga tetap mematahui perda yang telah ditetapkan. Dengan demikian Kota Denpasar tetap aman, nyaman dan bersih.

Dalam pandemi Covid-19 pihaknya menyadari banyak masyarakat yang mengalami kesusahan karena kehilangan pekerjaan namun bukan berarti mereka bebas berjualan tanpa mengikuti peraturan yang ada. “Bagi yang ingin berusaha jangan sembarangan karena Pemerintah Kota Denpasar telah memiliki peraturan yang harus dilaksanakan,” jelas Sayoga.

Sayoga mengaku sidang tipiring bagi pelanggar perda akan terus dilakukan sampai masyarakat paham akan pentingnya taat aturan, sekaligus memberikan efek jera dan sebagai wahana sosialisasi perda bagi masyarakat. Dengan demikian Sayoga berharap agar masyarakat terus mematuhi peraturan yang ada.

Salah satu pelanggar Gede Moreno minta maaf karena tidak menaati aturan yang ada. Dia berjanji tidak akan membuat kesalahan lagi. “Ini sebagai pengalaman saya, saya minta maaf dan tidak akan melanggar lagi,” katanya. (eka)

Baca Juga  Spraying Disinfektan Serentak Seluruh Bali, Wagub Cok Ace: Pemprov Bali Belum Lakukan Langkah Lockdown

Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Modus Kunci Nyantol, Dua Pelaku Curanmor Diringkus Satreskrim Polresta Denpasar

Published

on

By

de
Dua pelaku curanmor berinisial Agus S dan Wahyu CA berhasil diringkus Satreskrim Polresta Denpasar hendak akan membawa kabur hasil curiannya satu unit sepeda motor Scopy DK 3006 ACL menyeberang menuju Pelabuhan Ketapang Banyuwangi.

Denpasar, baliilu.com – Dalam jangka waktu dua hari setelah korban melaporkan kehilangan sepeda motor, dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berhasil diringkus Satreskrim Polresta Denpasar, Minggu malam (29/11) di Pelabuhan Gilimanuk Jembrana.

Tim Reserse Mobile (Resmob) yang dipimpin Kanit I Jatanras Iptu Ngurah Eka Wisada, SH, MH didampingi Kasubnit II Ps Aiptu Fitrah Albani melakukan penangkapan terhadap dua pelaku curanmor berinisial Agus S berjenis kelamin laki-laki asal Banyuwangi alamat Denpasar Selatan dan Wahyu CA (laki-laki) alamat Denpasar ini hendak akan membawa kabur hasil curiannya satu unit sepeda motor Scopy DK 3006 ACL  (plat hitam) menyeberang menuju Pelabuhan Ketapang Banyuwangi.

Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol I Dewa Putu Gede Anom Danujaya, SH, SIK, MH kepada awak media menyampaikan Tim Reserse Mobile (Resmob) bergerak melakukan pengejaran setelah mendapat laporan dari korban bernama Samsul seorang wiraswasta asal Semenep yang tinggal di Denpasar. Samsul melaporkan telah kehilangan sepeda motor Scopy DK 3006 ACL, total kerugian Rp 20.600.000, Jumat (27/11-2020) pkl 12.30 Wita di depan Ruko Jl. Tukad Yeh Penet No. 16 Renon Denpasar Selatan.

Anom Danujaya lanjut memaparkan kronologis kejadian berawal pada Jumat 27 November 2020 sekira pukul 12.20 Wita korban memarkir sepeda motor di TKP untuk menaruh barang berupa sembako. Kunci kontak masih nyantol, kemudian korban masuk ke dalam warung untuk menaruh barang tersebut. Saat korban keluar dari warung dan melihat seorang laki-laki yang tidak dikenal membawa kabur sepeda motor milik korban. Dengan kejadian tersebut korban Samsul melapor ke Polresta Denpasar.

Berdasarkan laporan polisi tersebut, ungkap Anom Danujaya, Resmob Polresta Denpasar dipimpin Kanit 1 didampingi Ps Kasubnit 1 Jatanras melakukan penyelidikan seputaran TKP dan mendapatkan informasi bahwa sepeda motor Honda Scopy DK 3006 ACL akan dikirim ke Jawa. Mendapatkan informasi tersebut Resmob melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan pihak Polsek KP3 Gilimanuk. Pada Minggu jam 03.00 Wita, KP3 Gilimanuk melakukan pemeriksaan dan mengintrogasi pelaku dan pelaku selanjutnya diamankan ke KP3 Gilimanuk.

Baca Juga  Pemprov Bali dan Pemkab Banyuwangi Sepakat Perketat Pelabuhan Ketapang: Rapid Test Syarat Mutlak, Jika Hasilnya Reaktif Disilakan Putar Balik

Saat dilakukan introgasi,  pelaku mengakui melakukan pencurian sepeda motor bersama-sama dengan cara berkeliling melihat kunci nyantol pelaku dan langsung membawa kabur motor korbannya. Ada 6 (enam) TKP melakukan di wilayah Denpasar, Badung, dan Gianyar dengan rincian sebagai berikut: 1 (satu) kali di Denpasar (Tukad Penet), 2 (dua) kali di Badung (Darmasaba), dan 3 (tiga) kali di Gianyar (Ubud). Kini telah diamankan barang bukti 1 (satu) unit sepeda motor Honda Scopy DK 3006 ACL, 1 (satu) unit sepeda motor Honda Vario Warna putih. Selanjutnya Resmob melengkapi mindik untuk penyidikan lebih lanjut. (gs)

Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Sidak Masker, Satpol PP bersama Tim Yustisi Kota Denpasar kembali Temukan 12 Pelanggar

Published

on

By

de
Satpol PP bersama Tim Yustisi Kota Denpasar kembali gelar Sidak Masker. Kali ini Rabu (9/9), sidak dilaksanakan di Lapangan Poh Gading Binoh Denpasar Utara.

Denpasar, baliilu.com – Satpol PP Kota Denpasar bersama Tim Yustisi Kota Denpasar kembali gelar Sidak Masker. Kali ini Rabu (9/9), sidak dilaksanakan di Lapangan Poh Gading Binoh Denpasar Utara.

Kabid Penegakan Perda I Made Poniman mengatakan, sidak masker ini dilakukan untuk menerapkan  Peraturan Gubernur Nomor 46  tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yakni yang tidak menggunakan masker didenda Rp 100 ribu

Sidak  di hari ketiga ditemukan 12 orang pelanggar.  Bagi pelanggar yang tidak menggunakan masker, yang bayar denda di tempat sebanyak 7 orang sedangkan 5 orang lagi belum membayar denda. Karena itu, 5 orang tersebut KTP-nya dibawa ke Kantor Satpol PP Kota Denpasar.

Bagi yang belum bayar bisa langsung bayar sendiri ke no rekening yang ditetapkan di surat tilang tersebut. “Jika pelanggar telah membayar bisa menunjukkan bukti transfer yang  dilakukan, setelah itu KTP-nya akan dikembalikan oleh Satpol PP Kota Denpasar,” tegas Poniman.

Lebih lanjut Poniman mengatakan, dalam Pergub telah tercantum bagi yang tidak menggunakan masker akan didenda sebesar Rp 100 ribu. Sedangkan pelaku usaha yang tidak melengkapi sarana protokol kesehatan akan didenda sebanyak Rp 1 juta. Semua denda tersebut akan dimasukan ke nomor rekening khas daerah.

Mengingat saat ini sudah diberlakukan sanksi denda tersebut  pihaknya mengimbau agar masyarakat selalu menggunakan masker jika beraktivitas di luar rumah. Karena ada  peraturan yang mengatur dan bukan semata-mata mendenda atau mencari kesalahan orang, namun kegiatan ini tujuannya adalah dalam upaya menegakkan disiplin prokes dalam pencegahan Covid-19.

Poniman juga menjelaskan  dalam Peraturan Gubernur tersebut pencegahan lebih baik daripada mengobati. Mengingat penularan Covid-19 yang semakin meningkat pihaknya meminta masyarakat untuk disiplin lagi dalam menerapkan protokol kesehatan.  (eka)

Baca Juga  Desa Dauh Puri Kaja Gelar Patroli dan Sosialisasi Prokes di Taman Kota Lumintang

Lanjutkan Membaca